Jayapura, Euforia.id | Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2029. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PB PORDI, Prof. Mansur Achmad itu berlangsung di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, pada Jumat (29/8/2025).
Struktur kepengurusan PORDI Papua yang baru terdiri dari sejumlah tokoh, Wakil Ketua III DPR Papua, H Supriadi Laling sebagai ketua, Haedar Muharrar sebagai Sekretaris dan Haerul Akbar sebagai Bendahara. Lalu posisi Wakil Ketua diisi oleh Dipo Wibowo, Prof. Saharuddin Ita, dan Andri Damir.
Guna memastikan organisasi berjalan optimal, beberapa divisi juga telah dibentuk, seperti Divisi Kelembagaan, Keanggotaan dan Keolahragaan yang diketuai Sigit Irmawan, serta Divisi Pertandingan dan Perwasitan yang dipimpin Rifly Komarullah.
PORDI Papua Diharapkan Segera Konsolidasi
Dalam sambutannya, Prof. Mansur Achmad menyatakan bahwa PORDI akan merayakan hari ulang tahun keenam pada Desember 2025, bersamaan dengan digelarnya Kejuaraan Nasional (Kejurnas) VI.
Ia menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di Papua.
”Kami berharap pengurus PORDI Papua dapat segera melakukan konsolidasi untuk membentuk Pengurus Daerah (Pengda) di delapan kabupaten dan satu kota,” ujar Prof. Mansur.
Menurutnya, pembentukan Pengda dan Gabungan Domino Unggul (Gardu) di tingkat kecamatan hingga kelurahan adalah syarat utama keanggotaan. Gardu berperan sebagai wadah pembinaan bibit-bibit atlet domino.
”Atlet-atlet itu muncul dari Gardu. Setiap tempat bisa dibentuk Gardu, bahkan di kafe sekalipun. Ini akan meramaikan PORDI di Papua,” tambahnya.
Komitmen PORDI Papua sebagai Organisasi Berprestasi
Mewakili pengurus, H Supriadi Laling, Wakil Ketua III DPR Papua, menegaskan bahwa PORDI adalah organisasi prestasi dan akurasi, bukan sekadar partisipasi.
Ia menyadari amanah ini adalah tanggung jawab berat, namun optimis dengan dukungan berbagai pihak, termasuk eksekutif dan legislatif, organisasi ini bisa maju.
”Setelah pelantikan, kami akan segera mendaftarkan diri ke KONI Provinsi. Salah satu syaratnya adalah pembentukan Pengda di tingkat kabupaten/kota,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa SK untuk Pengda Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura sudah dikeluarkan, dan pelantikan diharapkan bisa dilakukan kolektif agar dapat mengikuti Kejurnas VI.
Ia menambahkan, fokus utama PORDI adalah pembinaan melalui Gardu. “Selama ini, banyak yang bermain domino di kafe tanpa wadah. Kehadiran PORDI akan menjadi wadah dan membina mereka,” katanya.
Ke depan, kompetisi domino akan lebih berfokus pada pembinaan antar-Gardu, bukan hanya turnamen terbuka.
Turnamen Perdana Disambut Ratusan Peserta
Bersamaan dengan pelantikan, Pengprov PORDI Papua langsung menggelar Domino Open Turnamen memperebutkan Piala Ketua DPR Papua. Turnamen ini diikuti oleh 350 tim atau 700 peserta.
”Hari ini sudah dimulai technical meeting,” kata H Supriadi Laling. Ia menjelaskan bahwa turnamen ini bertujuan memperkenalkan domino atau gaplek sebagai olahraga yang dikelola secara profesional dengan standar aturan nasional.
“Kehadiran PORDI akan menyamakan semua aturan secara nasional, baik dari cara bermain hingga sistem pertandingan,” pungkasnya. Antusiasme ini disambut baik oleh Prof. Mansur Achmad.
“Optimisme saya sangat tinggi. Ini luar biasa. Harapan saya besar terhadap PORDI di Papua. Bukan tidak mungkin Kejurnas VII bisa digelar di Papua,” tutupnya.