Menu

Mode Gelap

News

Komisi IV ​DPR Papua Temukan Kesenjangan di Sejumlah Sektor

badge-check


					Komisi IV ​DPR Papua Temukan Kesenjangan di Sejumlah Sektor Perbesar

Jayapura, Euforia.id | Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) telah menyelesaikan masa reses tahun 2025. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat dan mengevaluasi langsung pelaksanaan program pemerintah di lapangan.

Hasil reses Komisi IV mendapati masih adanya berbagai kesenjangan signifikan dalam infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi, terutama di wilayah pedesaan.

Anggota dewan dari Komisi IV mendengarkan langsung keluhan warga mengenai berbagai isu krusial yang mereka hadapi sehari-hari.

​Laporan hasil reses menyoroti kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Warga mengeluhkan jalan dan jembatan—kondisi jalan dan jembatan yang tidak memadai, bahkan banyak yang masih berupa jalan tanah.

​Akses internet dan listrik—terbatasnya akses internet dan tidak adanya penerangan jalan di beberapa area.

​Fasilitas umum—tidak adanya terminal, kurangnya fasilitas untuk gereja, dan tidak memadainya fasilitas lapangan olahraga.

​Air bersih dan irigasi—kelangkaan air bersih untuk warga dan tidak tersedianya irigasi teknis untuk pertanian. ​​Dan ancaman banjir–saluran sungai yang tidak normal berpotensi menyebabkan luapan air dan banjir.

Masalah Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

​Di sektor ekonomi, ditemukan berbagai kendala yang menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

Di sektor perikanan, nelayan masih menggunakan perahu dan alat tangkap tradisional, sehingga hasil tangkapan tidak maksimal.

​Di sektor UMKM dan pariwisata, lemahnya permodalan menjadi masalah utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri pariwisata lokal yang dikelola oleh OAP.

​Yermia Yoseph Yanggu Wouw yang membacakan laporan reses Komisi IV menekankan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat bukanlah sekadar permintaan, melainkan cerminan kebutuhan nyata yang harus direspon oleh pemerintah.

​”Aspirasi ini adalah wujud penghormatan terhadap martabat warga sebagai pemilik kedaulatan. Setiap aspirasi yang ditampung dan ditindaklanjuti bukan hanya memperkuat legislasi kami sebagai wakil rakyat, tetapi juga meneguhkan nilai filosofi bahwa kekuasaan sejati lahir dari rakyat dan kembali kepada rakyat,” ujarnya.

​Laporan hasil reses ini akan menjadi dasar bagi Komisi IV DPR Papua dalam menyusun kebijakan, program, dan alokasi anggaran di tingkat provinsi pada tahun mendatang.

Baca Lainnya

Pemprov Papua Dorong Penguatan Ekonomi Sarmi Melalui Tiga Sektor Jayapura, Euforia.id | Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarmi bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Papua, Kamis (14/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Fakhiri meninjau langsung prospek program cetak sawah di Kampung Tetom Jaya, pengelolaan kopra di Kampung Anus, Kawasan Industri PHICO, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hendrik Fintay, hingga Kelompok Tani Kopra Mandiri di Kampung Holmafen. Fakhiri menyampaikan apresiasi atas perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Sarmi yang dinilai mulai menunjukkan pertumbuhan positif. Ia menegaskan pemerintah provinsi akan terus mendorong penguatan ekonomi berbasis kampung melalui sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. “Sepanjang perjalanan dari batas Kabupaten Jayapura sampai Kabupaten Sarmi, saya melihat perubahan yang sangat signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Saya berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati. Semua ekonomi masyarakat di kampung harus tumbuh,” katanya. Ia meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal seperti tanaman pangan dan perkebunan kelapa. Menurutnya, produksi kopra dan minyak kelapa yang selama ini menjadi identitas masyarakat Sarmi tidak boleh berhenti meskipun sempat mengalami penurunan akibat kondisi fiskal nasional beberapa tahun terakhir. “Kegiatan membuat kopra dan minyak kelapa jangan berhenti. Mudah-mudahan mulai bulan Juni kita tingkatkan lagi supaya aktivitas ekonomi masyarakat kembali tumbuh,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Papua juga menyerahkan 3.000 bibit kelapa untuk ditanam masyarakat. Gubernur berharap Sarmi dapat berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis perkebunan kelapa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat kampung. Selain sektor perkebunan, Fakhiri menilai potensi perikanan dan kelautan di wilayah pesisir Sarmi sangat besar. Ia menyebut bentangan pesisir dari Demta hingga perbatasan Mamberamo memiliki potensi udang dan ikan yang melimpah. “Kalau ini dikelola baik, masyarakat Sarmi harus bisa hidup dari laut. Pemerintah akan dorong pembangunan kampung nelayan lengkap dengan pabrik es, cold storage, dermaga, koperasi, hingga bengkel perahu,” ujarnya. Ia menambahkan pembangunan kampung nelayan tersebut akan didukung pemerintah pusat melalui program Presiden Prabowo Subianto serta kolaborasi dengan pihak swasta. Gubernur juga menekankan pentingnya pendidikan bagi generasi muda Papua. Ia meminta masyarakat terus menyekolahkan anak-anak mereka agar kelak kembali membangun Kabupaten Sarmi. “Sekolahkan anak-anak dengan baik, jaga pendidikan dan imannya supaya nanti menjadi sarjana dan kembali membangun Sarmi,” katanya.

14 Mei 2026 - 21:12 WIB

Persipura Jadi Salah Satu Klub yang Berstatus Granted

14 Mei 2026 - 11:13 WIB

Gubernur Tekankan ASN Profesional dan Responsif dalam Pelantikan 16 Pejabat Baru

12 Mei 2026 - 20:34 WIB

Persipura U-19 Tersingkir di Babak 8 Besar EPA Championship

12 Mei 2026 - 19:04 WIB

Trending di News