Menu

Mode Gelap

Historia

20 Ritual Unik Sambut Tahun Baru, dari Lempar Piring hingga Celana Dalam Merah

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Euforia.id | Saat jarum jam tepat menyentuh angka 12 di malam pergantian tahun, miliaran orang di seluruh dunia tidak hanya merayakannya dengan kembang api. Di balik gemerlap cahaya di langit, tersimpan ribuan tradisi unik, aneh, hingga menyentuh hati yang dipercaya dapat menarik keberuntungan dan mengusir nasib buruk.

Melansir laporan dari portal budaya internasional OVS Translations, terdapat setidaknya 20 tradisi paling memukau yang dilakukan manusia di berbagai belahan bumi untuk menyambut pergantian tahun.

Berikut adalah rangkuman 20 tradisi tahun baru paling memesona dari berbagai penjuru dunia yang kami rangkum untuk Anda.

​1. Spanyol: Balapan Makan 12 Butir Anggur

​Di Spanyol, tantangan dimulai tepat pada detik-detik countdown. Warga setempat harus memakan satu butir anggur setiap kali lonceng berdentang—total 12 butir untuk 12 bulan ke depan. Gagal menelan tepat waktu? Bersiaplah menghadapi nasib malang di bulan yang terlewatkan.

2. Denmark: “Hujan” Piring di Pintu Sahabat

​Jangan kaget jika Anda bangun pagi di Denmark dan menemukan tumpukan piring pecah di depan pintu. Ini bukan aksi vandalisme, melainkan tanda kasih sayang. Semakin banyak piring yang dipecahkan teman-teman di depan pintu Anda, semakin banyak keberuntungan (dan teman setia) yang Anda miliki.

3. Brasil: Melompati Tujuh Ombak

​Ribuan orang berbaju putih berkumpul di pantai Rio de Janeiro. Tepat tengah malam, mereka masuk ke laut dan melompati tujuh ombak. Setiap lompatan disertai dengan satu doa atau permintaan kepada Iemanjá, sang dewi laut.

4. Italia: Wajib Celana Dalam Merah

​Bagi warga Italia, malam Tahun Baru identik dengan warna merah, terutama untuk pakaian dalam. Tradisi ini dipercaya membawa cinta, keberuntungan, dan kesuburan di tahun yang baru. Jangan lupa, menu wajib mereka adalah lentil yang bentuknya menyerupai koin sebagai simbol kekayaan.

5. Kolombia & Meksiko: Keliling Blok dengan Koper Kosong

​Ingin banyak jalan-jalan tahun depan? Ikuti cara warga Amerika Latin. Mereka akan berlari keliling komplek membawa koper kosong tepat setelah tengah malam. Keyakinan mereka sederhana: koper yang bergerak akan membawa kaki Anda melangkah ke destinasi baru.

6. Skotlandia: Tradisi “First Footing”

​Orang pertama yang melintasi ambang pintu rumah setelah tengah malam menentukan nasib rumah tersebut sepanjang tahun. Idealnya, tamu pertama adalah pria tinggi berambut gelap yang membawa hadiah simbolis seperti batu bara, roti, atau wiski.

​7. Yunani: Gantung Bawang dan Pecahkan Delima

​Bawang merah digantung di pintu sebagai simbol kelahiran kembali. Selain itu, warga Yunani akan memecahkan buah delima di depan pintu rumah; semakin banyak biji yang terpental keluar, semakin besar kemakmuran yang akan datang.

​8. Jepang: Dentang Lonceng 108 Kali

​Kuil-kuil Buddha di seluruh Jepang membunyikan lonceng sebanyak 108 kali untuk membersihkan 108 keinginan duniawi yang menyebabkan penderitaan manusia. Ini adalah ritual pembersihan jiwa sebelum memulai lembaran baru.

9. Irlandia: Memukul Dinding dengan Roti

​Warga Irlandia memiliki cara unik mengusir nasib buruk dan roh jahat: dengan memukulkan roti Natal ke dinding dan pintu rumah mereka. Ini juga dilakukan untuk memastikan tahun depan tidak akan kekurangan pangan.

10. Filipina: Segalanya Harus Serba Bulat

​Dari pakaian motif polkadot hingga buah-buahan di atas meja, warga Filipina memburu segala sesuatu yang berbentuk bulat. Bentuk lingkaran dianggap menyerupai koin dan melambangkan kemakmuran finansial.

11. Jerman & Austria: Ramalan Timah Cair (Bleigießen)

​Mereka melelehkan potongan kecil timah di atas sendok, lalu menuangkannya ke air dingin. Bentuk padat yang dihasilkan akan “dibaca” untuk meramal masa depan. Bentuk kapal berarti perjalanan, sementara bentuk cincin berarti pernikahan.

​12. Turki: Tabur Garam di Depan Pintu

​Tepat saat lonceng tengah malam berbunyi, banyak warga Turki membuka pintu rumah dan menaburkan garam di ambang pintu. Tindakan sederhana ini dipercaya akan mendatangkan kedamaian dan kelimpahan bagi rumah tangga.

13. Swiss: Menjatuhkan Es Krim

​Sebuah tradisi yang mungkin membuat kita mengernyit: warga Swiss merayakan tahun baru dengan menjatuhkan satu sekop es krim ke lantai. Tujuannya? Untuk mendatangkan keberuntungan dan kelimpahan di tahun mendatang.

14. Panama: Membakar Patung Tokoh Terkenal

​Untuk meninggalkan masa lalu, warga Panama membuat patung (muñecos) yang mewakili tokoh politik atau selebriti yang tidak mereka sukai, lalu membakarnya dalam api unggun besar sebagai simbol pembersihan.

15. Ekuador: Membakar Foto Masa Lalu

​Mirip dengan Panama, warga Ekuador membakar patung berisi koran bekas dan serbuk gergaji. Namun, mereka juga sering membakar foto-foto dari tahun lalu yang membawa kenangan pahit agar tidak terulang kembali.

16. Belanda: Mencelupkan Diri di Air Es

​Ribuan orang Belanda berkumpul di pantai Scheveningen untuk ritual “Nieuwjaarsduik”. Mereka berlari dan menceburkan diri ke laut Utara yang membeku sebagai simbol keberanian dan awal yang segar.

17. Peru: Festival Takanakuy (Adu Jotos)

​Di sebuah desa kecil, warga menyelesaikan perselisihan lama dengan duel fisik secara legal di akhir tahun. Setelah berkelahi, mereka bersalaman dan memulai tahun baru dengan hati yang bersih tanpa dendam.

18. Rusia: Meminum Abu Keinginan

​Warga Rusia menuliskan keinginan mereka di secarik kertas, membakarnya, memasukkan abunya ke dalam gelas sampanye, dan meminumnya sebelum jam 12:01. Efektif? Banyak yang bersumpah bahwa ini berhasil!

19. Chile: Tidur di Pemakaman

​Di kota Talca, keluarga berkumpul di pemakaman untuk menghabiskan malam tahun baru bersama orang tersayang yang telah tiada. Suasananya tenang, dihiasi lilin dan musik klasik, memberikan kedamaian spiritual.

20. Afrika Selatan: Melempar Furnitur Lama

​Di lingkungan Hillsboro, Johannesburg, ada tradisi ekstrem membuang perabot lama—seperti sofa atau kulkas—keluar jendela apartemen. Pesannya kuat: “Buang yang lama, beri ruang untuk yang baru.”

​Apapun tradisinya, benang merah dari semua ritual ini adalah harapan. Di tengah perbedaan budaya, kita semua memulai tahun dengan keinginan yang sama: kebahagiaan, kesehatan, dan keberuntungan yang lebih baik.

Baca Lainnya

Menelusuri Jejak 4.000 Tahun: Mengapa Dunia Merayakan Malam Tahun Baru?

30 Desember 2025 - 16:43 WIB

Menelusuri Wajah Unik Perayaan Natal di Asia

26 Desember 2025 - 09:54 WIB

Damai Natal di Medan Perang: Kenangan 110 Tahun Gencatan Senjata 1914

25 Desember 2025 - 12:33 WIB

Mengenal Makna dan Evolusi Natal: Dari Tradisi Religius Hingga Perayaan Global

22 Desember 2025 - 20:16 WIB

Trending di Historia