Jayapura, Euforia.id | Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meresmikan unit hemodialisa atau layanan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura, Kota Jayapura. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Papua.
Fakhiri menegaskan, keberadaan layanan cuci darah sangat penting untuk membantu pasien gagal ginjal. Namun, ia juga mengingatkan rumah sakit tidak hanya fokus pada layanan pengobatan, tetapi juga harus mencari akar penyebab meningkatnya penyakit ginjal di masyarakat.
“Bukan hanya tempat cuci darahnya yang penting, tetapi cari akar persoalannya kenapa kita sampai harus cuci darah,” kata Fakhiri di Kota Jayapura, Senin (16/3/2026).
Menurut dia, hemodialisa merupakan langkah terakhir bagi pasien yang mengalami gagal ginjal stadium lanjut. Karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat harus menjadi perhatian utama.
“Saya tahu ini jalan terakhir karena sudah tidak bisa lagi baru kita menggunakan cuci darah. Tetapi cari persoalannya dan banyak disosialisasi supaya kami-kami ini tidak cuci darah,” ujarnya.
Fakhiri menjelaskan, penyakit ginjal kronis saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat di berbagai wilayah, termasuk di Papua. Oleh sebab itu, keberadaan fasilitas dialisis yang memadai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Menurutnya, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal, baik rawat jalan maupun rawat inap.
“Kehadiran unit ini diharapkan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan cuci darah,” katanya.
Selain itu, Fakhiri juga meminta rumah sakit di Jayapura untuk saling bekerja sama dalam memberikan pelayanan, agar pasien tidak menumpuk di satu rumah sakit saja.
“Kalau memang rumah sakit punya kapasitas penuh, jangan semua antri di sana. Bagi saja, supaya semua rumah sakit bisa hidup dan pelayanan bisa cepat,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fakhiri juga menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
“Papua yang modern dan maju harus didukung oleh masyarakat yang sehat. Kalau kesehatan lemah, maka pembangunan hanya akan menjadi omong kosong,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran unit hemodialisa di RSUD Abepura tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan medis, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat mengenai pencegahan penyakit ginjal kronis.
“Selain pelayanan medis, unit ini juga diharapkan menjadi pusat edukasi bagi pasien dan keluarga untuk memahami penyakit ginjal kronis dan menjaga pola hidup sehat,” kata Fakhiri.
Sementara Direktur RSUD Abepura, Daisy C. Urbinas dalam laporannya menyampaikan bahwa pembukaan layanan ini melewati berbagai tahapan perizinan dan verifikasi sesuai regulasi pemerintah sebelum akhirnya dapat dioperasikan pada tahun 2026.
“Proses tahapan sampai pada hari ini dapat diresmikannya unit pelayanan hemodialisa cuci darah BLUD RSUD Abepura dimulai dari tahun 2022, jadi proses yang cukup panjang,” ujar Daisy.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan dilakukan dengan mengacu pada regulasi Kementerian Kesehatan terkait penyelenggaraan pelayanan dialisis. Salah satunya melalui proses pengajuan perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha (PB UMKU) serta verifikasi dan visitasi oleh Persatuan Dokter Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).
“Beberapa tahapan pengajuan diajukan kepada PB UMKU dan juga telah dilakukan verifikasi serta visitasi oleh Persatuan Dokter Nefrologi Indonesia atau PERNEFRI. Pada Oktober 2025 persyaratan ini diterbitkan,” katanya.
Selanjutnya pada 28 Januari 2026 proses administrasi kembali dilanjutkan hingga akhirnya rekomendasi resmi dari PERNEFRI Makassar diterbitkan pada Februari 2026.
“Rekomendasi dari PERNEFRI pada Februari 2026 itulah yang membuat hari ini kita sama-sama bisa menyaksikan bahwa pelayanan unit hemodialisa di Rumah Sakit Abepura sudah bisa dimulai,” ujarnya.










