Menu

Mode Gelap

News

Hidupkan Kembali Marwah Tinju Papua, 120 Atlet Bertarung di Kejurda Pace Boxing Cup I

badge-check


					Kejurda Tinju Amatir Pace Boxing Cup I yang berlangsung di GOR Cenderawasih / Euforia.id Perbesar

Kejurda Tinju Amatir Pace Boxing Cup I yang berlangsung di GOR Cenderawasih / Euforia.id

Jayapura, Euforia.id | Gelanggang Olahraga (GOR) Cenderawasih kembali bergemuruh. Sebanyak 120 atlet tinju dari berbagai daerah di Papua resmi memulai persaingan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir bertajuk Pace Boxing Cup I, Senin (30/3).

Ajang ini menjadi momentum untuk mendongkrak kembali kebangkitan prestasi tinju di Bumi Cenderawasih yang sempat meredup selama lebih dari lima tahun.

​Ketua Pengprov Pertina Papua, Septinus Jarisetouw, menegaskan kejuaraan ini lahir dari sebuah keresahan sekaligus inisiatif besar untuk membenahi kevakuman kepemimpinan organisasi yang terjadi selama ini.

​”Saya sebagai Ketua sekaligus caretaker punya inisiatif untuk membangun kembali Pertina yang sudah hampir 5 atau 6 tahun tidak jalan. Kami mengirim surat ke daerah-daerah, dan antusiasme mereka sangat luar biasa karena sudah sekian lama tinju tidak ada aktivitas,” ujar Septinus.

​Ia menambahkan, selain sepak bola dan atletik, tinju merupakan lumbung medali bagi Papua.

“Ini adalah kebangkitan baru. Kami sudah mengumpulkan sekitar 120 atlet, dan ini bukan satu kali saja. Kami berencana pada bulan Mei atau Juni nanti akan ada kejuaraan lagi, mungkin bertajuk Kapolda Cup atau Panglima Cup melalui pendekatan-pendekatan yang kami lakukan,” katanya.

​Senada dengan itu, Sekretaris Pengprov Pertina Papua, Galang Pujo Purboyo menjelaskan, seluruh agenda ini berjalan selaras dengan garis organisasi di bawah pembinaan KONI. Ia menekankan pentingnya kepatuhan pada aturan AD/ART Pertina pusat yang telah diperbarui untuk periode 2024–2025.

​”Kami menyelenggarakan agenda sesuai arahan KONI dan sah secara Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022. Fokus kami murni pada pembinaan Pertina,” tegas Galang.

​Meski Provinsi Papua tengah menghadapi defisit anggaran fiskal, Galang menyebut hal itu bukan halangan.

“Kita tetap berjuang, semangat tidak boleh turun. Selama ini Pertina Papua selalu menggunakan anggaran mandiri. Para simpatisan berbondong-bondong membantu karena kecintaan pada olahraga ini. Cita-cita kami jelas, mencetak ksatria di dalam dan di luar ring,” ucapnya.

​Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu, mengapresiasi langkah cepat Pertina dalam menyiapkan atlet menuju babak kualifikasi tahun 2027 dan PON Beladiri II di Sulawesi Utara pada Juli mendatang.

​”KONI memberikan dukungan penuh karena Pertina adalah anggota resmi kami. Dari 120 atlet ini, kita harapkan terjaring 12 sampai 15 petinju terbaik yang akan digembleng secara mandiri melalui pelatihan ketat di masing-masing kelas,” tutur George.

​Ketua Panitia Penyelenggara, Rosario Renwarin, menyebut kejuaraan ini akan berlangsung selama tujuh hari hingga 5 April 2026.

“Kami melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Papua. Harapannya, melalui pembinaan prestasi yang dimulai hari ini, bendera dan logo Provinsi Papua dapat kembali berkibar di podium tertinggi di tingkat nasional,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Gubernur Lantik Komisaris Bank Papua

29 Maret 2026 - 14:03 WIB

Gubernur Serahkan Bantuan Alsintan dan Tanam Padi Perdana di Kabupaten Jayapura

28 Maret 2026 - 16:15 WIB

Perkuat Ekonomi, Gubernur Minta Bank Papua Tumbuh Kuat Jadi Regional Champion

27 Maret 2026 - 16:40 WIB

80 Persen ASN Pemprov Papua Mulai Bekerja Pasca Libur Lebaran

27 Maret 2026 - 09:58 WIB

Trending di News