Menu

Mode Gelap

Nasional

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Tiga Bibit Siklon di Selatan Indonesia

badge-check


					Ilustrasi BMKG Perbesar

Ilustrasi BMKG

Euforia.id | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait peningkatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas tiga bibit siklon tropis sekaligus di belahan bumi selatan, yang berinteraksi dengan dinamika atmosfer global lainnya.

​Berdasarkan catatan BMKG pada periode 2 hingga 4 Maret 2026, hujan dengan intensitas lebat telah mengguyur sejumlah daerah, di antaranya Jawa Tengah dengan curah hujan mencapai 77,2 mm/hari, Jawa Timur 72,5 mm/hari, serta wilayah Sumatra Barat dan Nusa Tenggara Timur yang juga mencatatkan angka signifikan.

Fenomena ini merupakan dampak dari interaksi kompleks berbagai dinamika atmosfer di wilayah Indonesia.

​Pihak BMKG menjelaskan aktifnya pembentukan awan hujan saat ini merupakan hasil dari kehadiran tiga bibit siklon tropis di selatan Indonesia, yakni sistem 90S, 93S, dan 92P.

Selain itu, kondisi ini diperparah oleh pertemuan angin Monsun dari utara dengan aliran baratan dari Samudra Hindia, serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 5 atau Maritime Continent.

​”Kombinasi kondisi ini secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia khususnya bagian selatan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

​Dalam analisis dinamika atmosfer untuk sepekan ke depan, BMKG memprediksi Monsun Asia akan menguat disertai fenomena seruakan dingin (cold surge) yang signifikan.

Bibit Siklon Tropis 90S yang saat ini berada di Samudra Hindia barat daya selatan Jawa Timur terpantau memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot.

Meskipun diprakirakan akan melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini tetap menginduksi terbentuknya low level jet dan daerah konvergensi yang membentang dari perairan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.

​Sementara itu, Bibit Siklon 93S di perairan barat Australia dan 92P di Teluk Carpentaria juga diprediksi memberikan kontribusi terhadap pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Hal ini diperkuat dengan aktifnya Gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby yang melintasi wilayah Aceh, Sumatra, Kalimantan, hingga sebagian besar Pulau Papua.

​Memasuki periode 6 hingga 8 Maret 2026, BMKG menetapkan status Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta NTB dan NTT.

Selain curah hujan tinggi, potensi angin kencang juga mengancam wilayah Bali hingga Papua Selatan. Peringatan serupa berlanjut pada periode 9 hingga 12 Maret, dengan fokus kewaspadaan tinggi di Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan.

​Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata,” imbau BMKG.

Baca Lainnya

Besok, Gerhana Bulan Total “Blood Moon” Hiasi Langit Indonesia

2 Maret 2026 - 16:07 WIB

Kampanye #LebihBaikIndosat, Perkuat Jaringan dan Fitur AI Ramadan 2026

21 Februari 2026 - 20:26 WIB

Percepat Adopsi AI Industri, Lintasarta Luncurkan Solusi Terintegrasi Berbasis Strategi 4C

19 Februari 2026 - 11:59 WIB

WALHI: Pencabutan Izin Harus Jadi Momentum Pemulihan Ekologis

14 Februari 2026 - 09:46 WIB

Trending di Nasional