Sidoarjo, Euforia.id | Menjelang laga lanjutan Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026, atmosfer panas sudah terasa di kubu Deltras Sidoarjo. Sesuai jadwal, “The Lobster” akan kembali bertemu dengan rival tangguh mereka, Persipura Jayapura di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (11/10/2025).
Pelatih Deltras, Widodo Cahyono Putro, mengakui timnya telah mempersiapkan diri dengan matang, termasuk menganalisis permainan lawan. Widodo menyoroti kemenangan terakhir Persipura atas Persela, yang ia sebut sebagai indikasi bahwa tim Mutiara Hitam sedang dalam motivasi tinggi.
”Kami sudah melihat beberapa cuplikan-cuplikan permainan Persipura. Terakhir mereka menang melawan Persela, dan ini saya kira mereka dalam motivasi tinggi,” ujar Widodo.
Tantangan terbesar yang diwaspadai oleh Widodo adalah kecepatan pemain Persipura yang berpotensi membahayakan lini pertahanan Deltras.
”Kita juga harus antisipasi hal-hal yang memang perlu kita antisipasi, ya. Contohnya, kecepatan-kecepatan pemain mereka yang bisa masuk di pertahanan kita. Tentunya ini akan menjadi PR buat kita,” tegasnya.
Mengenai strategi permainan, Coach WCP memastikan akan ada rotasi pemain untuk menjaga performa tim, sembari menekankan pentingnya kontribusi maksimal dari semua yang diturunkan.
”Pasti ada rotasi. Tinggal situasi yang memungkinkan, pasti akan diturunkan. Siapa pun yang diturunkan sudah harus bisa menerjemahkan setiap latihan-latihan menjadi konversi di dalam match,” jelas Widodo,
Ia menambahkan, seluruh pemain Persipura patut diwaspadai, bukan hanya satu atau dua bintang lawan.
“Siapa pun yang masuk (ke sepertiga pertahanan) itu harus kita waspadai. Karena ini tuntutan sepak bola sekarang, dari transisi defend to attack, attack to defend, mereka harus siap,” ujarnya.
Dari sisi pemain, gelandang Deltras, Bima Ragil, menyuarakan kepercayaan diri timnya. Meskipun mengakui Persipura adalah tim besar dengan sejarah mentereng, Bima Ragil meminta rekan-rekannya untuk tidak gentar dan fokus pada kekuatan sendiri.
”Ya, kita tahu Persipura tim bukan tim sembarangan. Kita tahu sejarahnya tim Persipura kayak apa sama anak-anak Papua. Tapi kita enggak terlalu memikirkan itu. Kita tetap fokus sama tim kita sendiri. Biar mereka yang mikir kita, jangan kita yang mikir mereka,” ujar Bima Ragil.
Pemain yang akrab disapa Bima ini juga menyerukan pentingnya semangat kolektif dan menghindari sikap terlalu percaya diri (overconfident). Ia mengingatkan, sepak bola adalah permainan tim, bukan pertunjukan individu.
”Ini permainan sepak bola bukan peran satu orang. Jadi, kita bekerja sama-sama, berjuang sama-sama, dan enggak ada yang satu jadi pahlawan, tapi semua kita pahlawan. Itu saja yang saya tekankan sama pemain,” tutup Bima.














