Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah kian serius mematangkan ekosistem usaha bagi Orang Asli Papua (OAP).
Memanfaatkan alokasi dana Otonomi Khusus, pemerintah berkomitmen agar pelaku usaha lokal mencapai kemandirian penuh.
Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Fred Itaar, menegaskan pemberdayaan UMKM OAP terus dilakukan pendampingan berkelanjutan. Bantuan yang diberikan bersifat spesifik dan berbasis kebutuhan lapangan.
”Kami memberikan perhatian khusus melalui dana Otsus dengan masa pendampingan satu hingga tiga tahun. Jika fokus di bidang kuliner seperti usaha roti, kami dukung dengan peralatan produksi seperti oven,” ujar Alberto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).
Strategi utama yang diusung adalah sistem graduasi atau kelulusan. Disperindagkop akan memantau perkembangan kelompok usaha hingga mereka dinilai stabil secara operasional dan finansial.
”Jika sudah mandiri, pengawasan akan dilepas secara perlahan agar kami bisa beralih membina kelompok UMKM baru yang lebih membutuhkan,” ujarnya.
Meski angka pasti pelaku usaha yang telah ‘lulus’ masih dalam tahap sinkronisasi data mengingat masa jabatannya yang baru dimulai Mei tahun lalu, Alberto mengklaim tren kemandirian UMKM OAP di Jayapura menunjukkan grafik positif.
Di tahun 2026 ini, fokus program akan diarahkan pada penguatan kapasitas melalui sosialisasi dan pelatihan intensif. Sebagai puncaknya, Disperindagkop telah menyiapkan panggung besar bagi para pelaku usaha lokal.














