Euforia.id | Universitas Gadjah Mada (UGM) mengukuhkan dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK., sebagai lulusan tercepat jenjang spesialis pada Wisuda Pascasarjana periode II 2025/2026. Dokter asal Serui, Kepulauan Yapen, Papua ini berhasil menyelesaikan pendidikan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dalam waktu 3 tahun 2 bulan 16 hari.
Dikutip dari website resmi UGM, capaian Merlins ini berada di bawah rata-rata waktu tempuh studi lulusan spesialis lainnya yang mencapai 4 tahun. Padahal, perempuan berusia 35 tahun ini sempat mengambil cuti melahirkan selama tiga bulan di awal masa perkuliahannya.
”Sangat bersyukur bisa selesai dalam waktu singkat. Padahal saya sempat tidak ikut kuliah tiga bulan karena cuti melahirkan. Kalau tidak cuti, mungkin bisa selesai dalam dua tahun sekian bulan,” kata Merlins yang dinukil dari website UGM.
Merlins menempuh pendidikan spesialis di UGM melalui program beasiswa bagi Orang Asli Papua (OAP) yang didanai oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan UGM. Sebelum di Jogja, ia menyelesaikan pendidikan dokter umum di Universitas Cendrawasih, Jayapura.
Terkait pilihannya mengambil spesialis mikrobiologi klinik, Merlins menyebut ketertarikannya pada bidang infeksi menjadi alasan utama.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan beban penyakit infeksi yang sangat tinggi, sehingga peran mikrobiologi sangat penting untuk mendiagnosis penyakit pasien secara akurat.
Dalam penelitian tesisnya, ia menyoroti kasus Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI) atau infeksi saluran kemih akibat penggunaan kateter urin di RSUP Dr. Sardjito.
Hasil risetnya menunjukkan bahwa angka kejadian tersebut cukup tinggi, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran dan riwayat pembedahan.
Selama kuliah, Merlins mengaku sempat menghadapi kendala adaptasi terkait perbedaan standar kualitas pendidikan dan teknologi antara wilayah timur dan barat.
Namun, ia mengatasi hal tersebut dengan disiplin menyusun target waktu (timeline) pengerjaan tugas dan tidak ragu bertanya kepada dosen maupun rekan sejawat jika menemukan kesulitan.
Ia berpesan kepada sesama putra-putri daerah yang sedang menempuh pendidikan tinggi agar tetap percaya diri dan disiplin dalam belajar.
”Jangan minder, kita harus lebih tekun agar bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat kita belajar,” pungkasnya.










