Menu

Mode Gelap

News

Duka di Lereng Bulusaraung

badge-check


					Duka di Lereng Bulusaraung Perbesar

Euforia.id | Ratusan petugas bergerak cepat menembus kabut yang menyelimuti tebing karst di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Puncak yang biasanya menjadi jalur pendakian itu berubah menjadi lokasi operasi pencarian pesawat ATR 42-500 sejak kemarin.

Bermula pada Sabtu siang (17/01/2026). Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar. Di dalam kabin, terdapat sepuluh orang yang menempuh perjalanan udara tersebut.

Tiga di antaranya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang bertugas, yakni Deden, Ferry, dan Yoga.

​Pukul 12.23 WITA, komunikasi antara pilot dan pemandu lalu lintas udara terputus. Radar menunjukkan posisi terakhir pesawat berada di sekitar wilayah Leang-Leang, Maros.

Pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) itu dinyatakan hilang, gagal sampai ke landasan Bandara Sultan Hasanuddin.

​Upaya pencarian segera dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri. Medan di Desa Tompo Bulu memaksa para petugas bekerja ekstra keras. Mereka harus merayap di antara dinding batu kapur yang tajam dan licin di bawah guyuran hujan deras.

​Titik terang baru muncul pada Minggu pagi, (18/1/2026). Saat cuaca sedikit terbuka, tim pencari melihat serpihan logam di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut.

Bagian ekor dan badan pesawat ditemukan hancur di lereng selatan yang sangat curam. Seorang saksi mata di kaki gunung mengaku sempat mendengar suara benturan keras sebelum melihat material pesawat berserakan di antara pepohonan.

​Pukul 14.20 WITA, tim di lapangan melaporkan temuan satu korban di dalam jurang sedalam 200 meter, tak jauh dari titik jatuh. Proses pengangkatan jenazah berjalan sulit. Tim evakuasi harus menggunakan teknik panjat tebing karena kemiringan lereng yang ekstrem.

​Di dalam pesawat tersebut, Capt. Andy Dahananto bertugas sebagai pilot didampingi First Officer Yudha Mahardika. Kru lainnya yang turut dalam penerbangan ini adalah Hariadi (FOO), Franky D. Tanamal dan Junaidi selaku teknisi, serta dua pramugari, Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.

​Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga insiden ini merupakan kecelakaan jenis Controlled Flight Into Terrain (CFIT). Dalam kondisi ini, pesawat menabrak daratan saat masih dalam kendali pilot, yang sering kali dipicu oleh jarak pandang pendek akibat cuaca buruk.

​Hingga saat ini, para petugas pencarian terus menyisir area di sekitar bangkai pesawat untuk menemukan korban lainnya. Di bawah, di posko darurat Bandara Sultan Hasanuddin, pihak otoritas terus memperbarui informasi bagi keluarga yang menunggu kepastian di tengah cuaca yang belum membaik yang masih melanda wilayah Pangkep dan Maros.

Mengenal Gunung Bulusaraung

Gunung Bulusaraung terletak di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Secara administratif, gunung ini berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, sekitar 60–70 kilometer di sebelah utara Kota Makassar.

​Bulusaraung adalah bagian dari gugusan pegunungan karst (kapur) Maros-Pangkep, yang merupakan salah satu kawasan karst terbesar dan tercantik di dunia. Medannya didominasi oleh batuan kapur yang tajam, terjal, dan banyak memiliki celah atau lubang alami.

​Gunung ini memiliki puncak di ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meski tidak setinggi Gunung Lompobattang, tingkat kesulitan medannya cukup tinggi karena kemiringannya.

Jalur pendakian menuju puncak terdiri dari sembilan pos. Selepas Pos 9 menuju puncak, medan berubah menjadi sangat terjal dengan kemiringan ekstrem (bisa mencapai 60-80 derajat) di mana pendaki atau petugas SAR harus melewati dinding batu yang licin, terutama saat hujan.

​Lereng bawah hingga tengah ditumbuhi hutan lebat dan kebun penduduk, namun mendekati puncak, vegetasi mulai terbuka dengan dominasi batu cadas. Cuaca di wilayah ini sangat dinamis; kabut tebal sering turun tiba-tiba, yang secara signifikan mengurangi jarak pandang, sebagaimana yang terjadi pada saat insiden pesawat tersebut.

Baca Lainnya

Persipura Bidik Poin Penuh Lawan PSS Sleman demi Amankan Papan Atas

23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Mencari Jalan untuk Para Pejalan Kaki

22 Januari 2026 - 18:08 WIB

Perkuat Koordinasi Pusat–Daerah, Gubernur Temui Menteri HAM

22 Januari 2026 - 16:57 WIB

Black Box ATR 42-500 Ditemukan

22 Januari 2026 - 07:15 WIB

Trending di Nasional