Menu

Mode Gelap

News

Kejar Target 99 Persen PAD, Bapenda Papua Optimalkan Digitalisasi dan Aset Daerah

badge-check


					Plt Kepala Bapenda Papua, Subhan / dok Papua.go.id Perbesar

Plt Kepala Bapenda Papua, Subhan / dok Papua.go.id

Jayapura, Euforia.id | Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua mematok target ambisius untuk menutup tahun anggaran 2025. Bapenda optimistis realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat menembus angka 99 persen pada 31 Desember mendatang.

​Target besar ini mencakup seluruh instrumen penerimaan, mulai dari pajak daerah, retribusi, hingga sektor pendapatan sah lainnya.

​Plt Kepala Bapenda Papua, Subhan, mengungkapkan bahwa saat ini progres capaian PAD secara umum menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. Salah satu penyumbang signifikan adalah sektor retribusi daerah.

​“Hingga saat ini, capaian untuk sektor retribusi daerah sudah berada di atas 80 persen. Kami terus bergerak untuk menutup celah kekurangan di sisa waktu tahun ini,” ujar Subhan.

​Sebagai langkah konkret mengejar target tersebut, Bapenda Papua gencar mendorong transformasi digital dalam sistem pembayaran.

Penggunaan mesin EDC dan QRIS Bank Papua kini menjadi garda terdepan dalam pemungutan retribusi daerah.

​Menurut Subhan, migrasi ke sistem non-tunai bukan sekadar mengikuti tren, melainkan strategi vital untuk meningkatkan akuntabilitas, mencegah kebocoran, dan transparansi.

​“Pembayaran non-tunai adalah langkah krusial untuk memastikan seluruh penerimaan daerah tercatat dengan baik dan transparan,” tegasnya.

​Selain digitalisasi, Bapenda juga menyoroti potensi besar dari aset-aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum terkelola maksimal.

Subhan menilai banyak aset yang masih “menganggur” padahal memiliki nilai ekonomis tinggi jika dikonversi menjadi sumber retribusi.

​“Kami melihat masih banyak aset daerah yang belum optimal. Ke depan, aset-aset ini akan kami maksimalkan pengelolaannya agar berkontribusi nyata terhadap peningkatan PAD,” tambah Subhan.

​Guna menjaga kesehatan fiskal daerah, Bapenda berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendapatan yang lebih solid dan berkelanjutan bagi pembangunan di Provinsi Papua.

Baca Lainnya

Gubernur Serahkan Hibah Starlink dan Panel Surya untuk Perkuat Layanan Digital di Sarmi

15 Mei 2026 - 09:24 WIB

Pemprov Papua Dorong Penguatan Ekonomi Sarmi Melalui Tiga Sektor Jayapura, Euforia.id | Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarmi bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Papua, Kamis (14/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Fakhiri meninjau langsung prospek program cetak sawah di Kampung Tetom Jaya, pengelolaan kopra di Kampung Anus, Kawasan Industri PHICO, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hendrik Fintay, hingga Kelompok Tani Kopra Mandiri di Kampung Holmafen. Fakhiri menyampaikan apresiasi atas perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Sarmi yang dinilai mulai menunjukkan pertumbuhan positif. Ia menegaskan pemerintah provinsi akan terus mendorong penguatan ekonomi berbasis kampung melalui sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. “Sepanjang perjalanan dari batas Kabupaten Jayapura sampai Kabupaten Sarmi, saya melihat perubahan yang sangat signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Saya berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati. Semua ekonomi masyarakat di kampung harus tumbuh,” katanya. Ia meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal seperti tanaman pangan dan perkebunan kelapa. Menurutnya, produksi kopra dan minyak kelapa yang selama ini menjadi identitas masyarakat Sarmi tidak boleh berhenti meskipun sempat mengalami penurunan akibat kondisi fiskal nasional beberapa tahun terakhir. “Kegiatan membuat kopra dan minyak kelapa jangan berhenti. Mudah-mudahan mulai bulan Juni kita tingkatkan lagi supaya aktivitas ekonomi masyarakat kembali tumbuh,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Papua juga menyerahkan 3.000 bibit kelapa untuk ditanam masyarakat. Gubernur berharap Sarmi dapat berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis perkebunan kelapa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat kampung. Selain sektor perkebunan, Fakhiri menilai potensi perikanan dan kelautan di wilayah pesisir Sarmi sangat besar. Ia menyebut bentangan pesisir dari Demta hingga perbatasan Mamberamo memiliki potensi udang dan ikan yang melimpah. “Kalau ini dikelola baik, masyarakat Sarmi harus bisa hidup dari laut. Pemerintah akan dorong pembangunan kampung nelayan lengkap dengan pabrik es, cold storage, dermaga, koperasi, hingga bengkel perahu,” ujarnya. Ia menambahkan pembangunan kampung nelayan tersebut akan didukung pemerintah pusat melalui program Presiden Prabowo Subianto serta kolaborasi dengan pihak swasta. Gubernur juga menekankan pentingnya pendidikan bagi generasi muda Papua. Ia meminta masyarakat terus menyekolahkan anak-anak mereka agar kelak kembali membangun Kabupaten Sarmi. “Sekolahkan anak-anak dengan baik, jaga pendidikan dan imannya supaya nanti menjadi sarjana dan kembali membangun Sarmi,” katanya.

14 Mei 2026 - 21:12 WIB

Persipura Jadi Salah Satu Klub yang Berstatus Granted

14 Mei 2026 - 11:13 WIB

Gubernur Tekankan ASN Profesional dan Responsif dalam Pelantikan 16 Pejabat Baru

12 Mei 2026 - 20:34 WIB

Trending di News