Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmen dalam memperkuat kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk meningkatkan kualitas pendidikan profesi dokter sekaligus memastikan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Tanah Papua melalui talenta lokal.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menekankan bahwa kemandirian pelayanan kesehatan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditunda.
“Kita harus mempersiapkan anak-anak Papua sendiri menjadi dokter yang berkualitas. Tidak mungkin kita terus bergantung pada tenaga medis dari luar daerah. Karena itu, seluruh tahapan pendidikan, termasuk penyelesaian administrasi mahasiswa Koas, harus dipastikan tuntas dan berjalan optimal,” tegas Aryoko.
Ia juga menekankan pentingnya peran pendampingan dari para ahli untuk mencetak dokter muda yang mumpuni.
Menurutnya, keterlibatan dokter senior dan pengajar sangat krusial dalam mendampingi para dokter muda Papua guna mewujudkan kemandirian pelayanan kesehatan berbasis putra-putri daerah.
Sebagai bagian dari penguatan sistem, pemerintah telah mengatur ulang skema kerja sama rumah sakit pendidikan. RS Dok II Jayapura tetap berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama yang berfokus pada pengembangan program spesialis dan subspesialis.
Sementara itu, RS Abepura ditetapkan sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan profesi dokter (Koas) dengan kurikulum baru.
Langkah konkret ini akan dipertegas melalui peluncuran program pendidikan dokter spesialis anestesi pada 27 Februari 2026, yang rencananya akan diresmikan langsung oleh Gubernur Papua bersama Rektor Uncen.
Menyambut hal itu, Dekan Kedokteran Uncen, Inneke Viviane Sumolang, menyatakan kesiapannya untuk mengawal penuh peningkatan kualitas pendidikan di lingkungannya.
Inneke menyatakan kesiapannya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran melalui penguatan peran rumah sakit mitra dan pengembangan program spesialis fakultas.










