Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menggenjot konsumsi pangan lokal. Salah satu langkah strategis yang kini diperluas adalah gerakan One Day No Rice (Satu Hari Tanpa Nasi) di lingkungan pemerintahan hingga masyarakat luas.
Plt Kepala Dinas Pangan Papua, Sri Utami, mengungkapkan bahwa pemanfaatan pangan lokal mulai dibiasakan dalam setiap agenda resmi pemerintah.
Menu berbasis sagu dan umbi-umbian kini rutin disajikan dalam rapat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap potensi daerah.
“Penggunaan pangan lokal, termasuk melalui gerakan One Day No Rice, terus kami dorong agar potensi pangan Papua semakin dimanfaatkan,” ujar Sri Utami di Jayapura.
Ia menjelaskan, hidangan seperti papeda, sagu, dan keladi kini menjadi pemandangan biasa di kegiatan pemerintahan. Langkah ini diharapkan menjadi teladan yang dapat diikuti oleh masyarakat, pelaku usaha hotel, restoran, hingga skala rumah tangga.
Perluasan gerakan ini juga dapat menekan ketergantungan pada beras dari luar daerah dan membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal, mengurangi tekanan permintaan beras serta menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Pangan lokal dinilai memiliki nilai gizi yang baik sebagai sumber karbohidrat alternatif untuk pola makan yang lebih beragam.
“Kalau produk lokal digunakan secara konsisten, tekanan permintaan beras dari luar bisa berkurang. Ini berdampak baik bagi stabilitas pasokan dan ekonomi daerah,” pungkasnya.










