Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Provinsi Papua menyalurkan dana hibah sebesar Rp5.750.000.000 kepada 4 lembaga keagamaan dan 5 lembaga pendidikan perintis sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempercepat transformasi Papua menuju masyarakat yang cerdas, sejahtera, dan harmonis atau Papua Cerah.
Penyaluran dana hibah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat peran lembaga keagamaan dalam membentuk karakter masyarakat yang beriman, berakhlak, toleran, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Di saat yang sama, dukungan terhadap sekolah-sekolah perintis pembangunan Papua diarahkan untuk memperluas akses pendidikan yang layak, merata, dan inklusif bagi anak-anak Papua.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa transformasi Papua tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
“Dengan semangat gotong royong dan persatuan, kita dapat mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, dan berkeadilan. Lembaga keagamaan dan sekolah perintis merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Papua,” ujar Gubernur.
Pada Tahun Anggaran 2026, dari total Rp5,75 miliar dana hibah tersebut, sebesar Rp3.250.000.000 dialokasikan untuk bidang keagamaan.
Secara khusus, Pemerintah Provinsi Papua juga memberikan dukungan kepada Klasis GKI Port Numbay, yang sejak tahun 2024 telah menerima bantuan sebesar Rp4 miliar dan pada tahun 2026 kembali memperoleh Rp2 miliar, sehingga total bantuan untuk pembangunan Gedung Kantor Klasis mencapai Rp6 miliar.
Sementara itu, sebesar Rp2.500.000.000 dialokasikan bagi lembaga pendidikan perintis sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Papua yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
Gubernur menekankan bahwa seluruh dana hibah yang disalurkan merupakan amanah rakyat dan harus dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemerintah daerah menaruh kepercayaan kepada para penerima hibah sebagai mitra pembangunan yang berintegritas.
“Melalui dukungan ini, kami berharap pelayanan keagamaan dan pendidikan dapat berjalan semakin optimal, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” kata Gubernur.
Pemprov Papua mengajak seluruh pihak menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen untuk terus bekerja bersama membangun Papua yang lebih baik.
Dengan kerja keras, integritas, dan doa dari seluruh masyarakat, Papua Cerah diyakini bukan sekadar cita-cita, melainkan masa depan yang sedang dan akan terus diwujudkan.
Berikut rincian penerima hibah dan anggaran keagamaan tahun anggaran 2026 sebagai berikut;
1.Pembangunan kantor klasis Gereja Kristen Injili Port Numbay, Kota Jayapura Rp2 miliar.
2.Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Rp500 juta.
3.Haji Papua Rp500 juta
4.GPDI Alfa Omega Hamadi Jayapura Rp250 juta.
5.Lembaga Pendidikan Keagaman Advent Rp500 juta.
6.Lembaga Pendidikan Keagaman Yapis Papua Rp500 juta.
7.Lembaga Pendidikan Keagaman YPK Rp500 juta.
8.Lembaga Pendidikan Keagaman YPPK Rp500 juta.
9.Lembaga Pendidikan Keagaman YPPGI Rp500 juta.










