Jayapura, Euforia.id | Pertarungan sengit memperebutkan puncak klasemen Grup Timur Pegadaian Championship di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/2/2026), berakhir dengan kemenangan PSS Sleman 2-0 atas Persipura Jayapura.
Hasil itu membawa Super Elang Jawa menggeser posisi tim Mutiara Hitam di puncak klasemen dengan raihan 42 poin, unggul dua angka dari sang rival.
Kemenangan tuan rumah lahir melalui penyelesaian dingin Gustavo Tocantins (45+6’) dan Arda Alfareza (70’).
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengungkapkan keberhasilan timnya meredam agresivitas Persipura adalah hasil dari antisipasi yang matang. Ia secara khusus memuji peran duet bek berpengalaman, Fachruddin dan Lucao.
”Persipura tim bagus, tetapi kita sudah mengantisipasi bola-bola chip mereka. Empat bek kita sudah tahu tugas mereka dan chemistry-nya sudah dapat,” ujar Ansyari.
Ia menekankan bahwa variasi serangan yang mereka tampilkan merupakan hasil latihan intensif agar tidak mudah dibaca lawan.
“Di putaran pertama dan kedua, permainan kita mungkin sudah dibaca lawan. Jadi kita harus memberikan variasi cara menyerang. Ini bukan kebetulan,” ujarnya.
Terpisah, pelatih Persipura, Rahmad Darmawan secara ksatria mengakui keunggulan lawan dan mengambil tanggung jawab penuh atas kekalahan timnya.
Ia menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam menjaga kerapatan antar lini yang berakibat fatal.
”Hari ini kita kurang bisa menjaga konsistensi jarak antar lini. Beberapa momen tadi praktis ketika second ball, mereka dengan mudah menguasai zona di tengah,” ungkapnya.
Ia juga membedah proses gol lawan yang lahir dari situasi bola mati. Menurutnya, kelengahan tim terjadi pada momentum kedua setelah set piece.
“Bukan direct dari corner kick, tapi ada perubahan second ball, kemudian mereka membuat lagi pergerakan sehingga menjadikan kita lengah,” jelasnya.
Meski turun ke posisi kedua, RD meminta timnya tidak patah arang dan tetap menatap ke depan dengan motivasi lebih tinggi.














