Euforia.id | Setelah melewati konflik internal berkepanjangan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akhirnya mencapai titik terang. Dewan Pers menyambut positif kesepakatan damai yang terjalin antara kubu yang bertikai.
Diharapkan, PWI dapat kembali solid dan berperan aktif dalam memperjuangkan kebebasan pers dan profesionalisme jurnalistik di Indonesia.
Konflik internal PWI bermula dari Kongres PWI di Bandung tahun 2023 yang menetapkan Hendry Bangun sebagai Ketua Umum.
Namun, dinamika internal memanas dan memicu Kongres Luar Biasa (KLB) pada Agustus 2024, di mana Zulmansyah Sekedang terpilih sebagai Ketua Umum dari kubu yang berbeda.
Dualisme kepemimpinan ini memuncak pada September 2024, saat kedua kubu bersitegang memperebutkan kantor sekretariat PWI di Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Situasi itu memaksa Dewan Pers untuk mengunci sementara kantor tersebut sejak 2 Oktober 2024 demi mencegah kericuhan.
Berbagai upaya damai pun diinisiasi, salah satunya oleh Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers periode 2025–2028. Ia berhasil mempertemukan kedua pihak.
Setelah melalui mediasi, Hendry Bangun dan Zulmansyah Sekedang sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui kongres internal.
Sebagai wujud dukungan, Dewan Pers memfasilitasi rekonsiliasi ini dengan menyediakan Hall Dewan Pers sebagai sekretariat panitia Kongres Persatuan PWI.
Kongres berlangsung pada 29–30 Agustus 2025, dengan Totok Suryanto selaku Wakil Ketua Dewan Pers yang turut serta sebagai Steering Committee independen.
Gugatan Hukum dan Harapan Dewan Pers
Salah satu “efek samping” dari konflik ini adalah gugatan perdata yang diajukan Hendry Bangun pada November 2024 terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lain.
Gugatan senilai Rp100,3 miliar ini terkait dengan penguncian kantor PWI. Kasus ini telah mendekati tahap akhir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Dewan Pers berharap Majelis Hakim dapat melihat perkara ini secara proporsional, dengan mempertimbangkan bahwa gugatan ini merupakan akibat dari konflik internal PWI.
Sebagai salah satu dari 11 organisasi konstituen Dewan Pers, PWI yang telah berdiri sejak 1946 memiliki peran penting dalam ekosistem pers nasional.
Dengan bersatunya kembali PWI, Dewan Pers berharap organisasi ini dapat kembali bersinergi bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan organisasi pers lainnya dalam memperjuangkan kebebasan dan profesionalisme pers, serta memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi.