Euforia.id | Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) yang akan digelar pada tahun 2026 mendatang. Sebagai agenda besar berskala nasional, kegiatan ini bertujuan untuk mendata seluruh pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia guna memotret kondisi riil kekuatan ekonomi terkini secara komprehensif.
Cakupan pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026 ini akan sangat luas karena menyasar seluruh jenjang unit usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar.
Berdasarkan lini masa yang telah disusun oleh BPS, proses pencacahan lapangan atau pengambilan data secara langsung dijadwalkan akan berlangsung selama tiga bulan penuh, terhitung mulai tanggal 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Sensus Ekonomi sendiri merupakan kegiatan statistik yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.
Sejarah mencatat bahwa Indonesia pertama kali melaksanakan Sensus Ekonomi pada tahun 1986.
Setelah itu, kegiatan ini terus berlanjut secara periodik pada tahun 1996, 2006, 2016, hingga yang terbaru akan segera dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai sensus kelima dalam sejarah statistik nasional.
Secara definitif, Sensus Ekonomi adalah upaya pengumpulan dan penyajian data seluruh unit ekonomi di luar sektor pertanian yang beroperasi di wilayah kedaulatan Indonesia.
Data yang dihasilkan dari program sepuluh tahunan ini memiliki peran yang sangat krusial bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Manfaat utama dari sensus ini adalah sebagai landasan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih presisi dan tepat sasaran.
Selain bagi pemerintah, data Sensus Ekonomi memberikan gambaran objektif mengenai peta persaingan usaha, potensi sektor-sektor yang sedang bertumbuh, hingga penyediaan informasi mengenai struktur tenaga kerja.
Bagi para pelaku usaha, hasil sensus ini dapat digunakan sebagai rujukan untuk menentukan strategi bisnis dan melihat peluang pasar.
Secara makro, data ini juga menjadi instrumen utama dalam penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) serta evaluasi terhadap capaian pembangunan ekonomi nasional dalam satu dekade terakhir.










