Euforia.id | Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menunjukkan aksinya sebagai AI-TechCo dengan mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama periode mudik Lebaran 2026.
Melalui sistem pemantauan real-time dan optimasi otomatis, Indosat mampu memprediksi potensi kepadatan jaringan dan menyesuaikan kapasitas secara proaktif sebelum kendala dirasakan oleh pelanggan.
Sistem AI yang diterapkan ini diklaim mampu mengidentifikasi potensi kepadatan trafik hingga 60 persen lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Kemampuan tersebut memungkinkan perusahaan melakukan penyesuaian kapasitas di 77 titik strategis, mulai dari jalur mudik, rest area, stasiun, hingga destinasi wisata yang menjadi pusat kerumunan massa.
Dalam operasionalnya, jaringan 4G tetap menjadi basis layanan yang stabil, sementara jaringan 5G disiagakan untuk mengover lonjakan trafik di titik-titik kritis.
Kesiapan teknologi ini didukung oleh penguatan infrastruktur fisik yang masif, termasuk upgrade kapasitas di lebih dari 7.000 site dan pembangunan 1.600 site baru sejak April 2025.
Selain itu, Indosat menyiagakan lebih dari 75 Mobile BTS (MBTS) di sepanjang jalur mudik serta mengerahkan 2.500 engineer yang bersiaga 24 jam di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Secara total, terdapat 55.000 site aktif di lebih dari 420 kabupaten yang melayani jutaan pemudik tanpa gangguan.
“Kesiapan ini merupakan bentuk tanggung jawab atas kepercayaan pelanggan. Menurutnya, periode mudik bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang keyakinan yang diberikan masyarakat kepada Indosat di momen yang paling berarti,” kata Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung.
Hal ini mencerminkan transformasi berkelanjutan perusahaan seiring investasi yang terus mengalir untuk memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia.












