Jayapura, Euforia.id | Kemeriahan perayaan Paskah menyelimuti Pasar Mama-Mama Papua melalui kegiatan Kemping Paskah yang digelar oleh Jemaat IFGF Jayapura. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (3-4 April 2026), ini diikuti oleh lebih dari 70 anak yang sehari-harinya beraktivitas di lingkungan pasar tersebut.
Gembala Jemaat IFGF Jayapura, Pdt. Naomi Selan, mengungkapkan bahwa agenda ini telah menjadi tradisi tahunan yang dinanti-nantikan oleh anak-anak pasar. Menurutnya, kemping ini bukan sekadar rekreasi, melainkan wadah penting untuk membangun karakter.
”Ini sudah menjadi tradisi tahunan bagi anak-anak pasar. Tradisi ini menjadi wadah kebersamaan, kekeluargaan, dan juga menumbuhkan iman. Mereka senang bisa berkumpul bersama, bermain, menonton, berdoa, hingga tidur beramai-ramai,” ujar Pdt. Naomi.
Keceriaan terpancar dari wajah para peserta, salah satunya Dani, siswa kelas 6 SD yang sudah dua kali mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku sangat bersemangat karena bisa bertemu dengan banyak teman sebaya.
”Sudah dua kali ikut, di sini teman banyak. Bisa berkumpul bersama-sama, saya senang dan semangat,” ungkap Dani.
Dukungan penuh juga datang dari para pedagang pasar. Agustina, salah satu mama pedagang di Pasar Mama-Mama Papua, merasa bersyukur kedua anaknya dapat ikut serta dalam kegiatan positif ini.
”Saya sebagai orang tua sangat senang. Ini baik buat anak-anak karena mereka terbiasa ikut pawai obor dan kemping Paskah. Ini menjadi tempat mereka bertumbuh dalam iman dan memaknai hari kebangkitan Tuhan Yesus,” kata Agustina.
Selama kegiatan, anak-anak didampingi oleh para pengasuh yang fokus pada pendampingan spiritual. Uria Swabra, salah satu pengasuh yang telah tiga tahun setia mendampingi anak-anak pasar, menekankan pentingnya menanamkan nilai religius sejak dini.
Ia berharap melalui momen Paskah ini, anak-anak dapat meresapi makna pengorbanan Kristus yang akan menjadi fondasi kuat hingga mereka dewasa kelak.
”Kegiatan ini meresapi makna yang penting bagi pertumbuhan iman mereka. Harapannya, mereka bisa bertumbuh dan menjadi orang yang hebat, terutama untuk keluarga, jemaat, dan banyak orang,” pungkas Uria.
Kegiatan kemping ditutup dengan pawai obor dan ibadah pada Minggu pagi dengan penuh sukacita, mempererat ikatan persaudaraan antar-anak jemaat dan komunitas di lingkungan Pasar Mama-Mama Papua.













