Menu

Mode Gelap

News

KONI Sahkan Agenda PON Tambahan, Aturan Medali dan Keanggotaan Baru

badge-check


					Logo KONI Perbesar

Logo KONI

Euforia.id | Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Hotel Pullman Central Park Jakarta Barat pada 21 Mei 2026, resmi memperluas agenda multi-event nasional dengan menetapkan sejumlah PON tambahan tematik.

Langkah ini diambil untuk mengakomodasi cabang olahraga yang tidak masuk dalam PON utama empat tahunan agar dialihkan ke ajang lainnya.

​Jadwal PON tambahan yang disahkan meliputi PON Bela Diri di Sulawesi Selatan dan PON Pantai di Jakarta pada tahun 2026.

Selanjutnya, pada tahun 2027 akan diselenggarakan PON Bela Diri dan PON Indoor, di samping adanya rencana agenda untuk PON Remaja.

​Terkait teknis pertandingan di PON, KONI memberlakukan aturan ketat mengenai jumlah partisipan. Minimal harus diikuti oleh lima kabupaten/kota untuk dapat memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu secara lengkap.

Jika nomor pertandingan hanya diikuti oleh empat peserta, maka medali yang diperebutkan dibatasi hanya emas dan perak saja. Kewajiban ketat juga dibebankan kepada setiap cabang olahraga melalui Peraturan PON Pasal 38.

Setiap cabang diwajibkan menggelar kejuaraan nasional (kejurnas), menyelenggarakan babak kualifikasi sesuai aturan, menyerahkan laporan kuota atlet lolos, menggelar pelatihan pelatih minimal tingkat nasional untuk SDM daerah, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas wasit maupun juri.

Jika kejurnas tidak dilaksanakan, keikutsertaan cabang tersebut di PON akan dipertimbangkan kembali. Adapun pendanaan babak kualifikasi dapat bersumber dari APBN/APBD, sponsor, atau bantuan masyarakat yang tidak mengikat.

​Di samping itu, Rakernas KONI 2026 turut mengesahkan Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) sebagai anggota baru KONI karena dinilai memenuhi unsur strategi, konsentrasi, sportivitas, dan kompetisi sebagai cabang olahraga prestasi.

ORADO tercatat telah memiliki kepengurusan di 38 provinsi serta 309 kabupaten/kota, sukses menggelar program training of trainer, dan telah menyelenggarakan Kejurnas 2026.

​Cabang olahraga baru ini menargetkan mampu menjaring 10 juta anggota pada akhir tahun 2026 serta berkembang menjadi industri olahraga lewat standardisasi peralatan pertandingan.

Meski demikian, KONI memberikan catatan tegas bahwa keanggotaan ORADO diterima dengan syarat tidak boleh mengarah pada aktivitas perjudian atau didominasi oleh unsur uang.

Baca Lainnya

Kampung Nelayan Solusi Tingkatkan Perekonomian di Supiori

22 Mei 2026 - 21:51 WIB

Gubernur Ambil Langkah Cepat Tangani Longsor dan Abrasi di Supiori

22 Mei 2026 - 21:12 WIB

Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Resmi Tayang di YouTube

22 Mei 2026 - 21:06 WIB

Masyarakat Numfor Titip Harapan Pembangunan kepada Gubernur Fakhiri

22 Mei 2026 - 09:02 WIB

Trending di News