Euforia.id | Pemerintah terus memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten guna mendukung pertumbuhan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Pelatihan di Wilayah KEK Mandalika yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan di Lombok, Jumat (3/7).
Sinergi strategis antara Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK dan Kementerian Ketenagakerjaan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% pada tahun 2026. Langkah ini ditempuh melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja serta penguatan link and match antara pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha.
Penguatan SDM tersebut juga sejalan dengan Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 yang menempatkan pelatihan vokasi dan pemagangan sebagai instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran yang fantastis, yakni sebesar Rp6,26 triliun guna menyokong pelaksanaan program pemagangan yang mulai berjalan pada Juli 2026.
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat kinerja investasi KEK Mandalika terus menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan I Tahun 2026, kawasan ini telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp6,06 triliun dengan penyerapan 20.862 tenaga kerja. Percepatan investasi yang masif ini dinilai perlu segera diiringi dengan penyediaan tenaga kerja yang kompeten agar kebutuhan industri langsung terpenuhi.
Dalam diskusi tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pengembangan KEK Mandalika membutuhkan dukungan SDM yang kompeten, khususnya pada sektor hospitality (perhotelan dan pelayanan), seiring dengan meningkatnya investasi dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
“Bagi saya, Kawasan Ekonomi Khusus merupakan salah satu instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, salah satu jawabannya adalah KEK, karena memang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Yassierli.
Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan ekonomi saat ini, program magang hadir sebagai salah satu solusi efektif untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam memasuki dunia kerja. Berdasarkan data pelaksanaan Program Magang Nasional sebelumnya, sekitar 100.000 peserta telah mengikuti program ini dan sekitar 30% di antaranya langsung memperoleh tawaran bekerja dari perusahaan tempat mereka magang.
Yassierli juga menyoroti masih tingginya angka ketidaksesuaian (mismatch) tenaga kerja di Indonesia, baik secara vertikal maupun horizontal. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelatihan yang berorientasi pada kesiapan kerja (job-ready training) yang dirancang secara tailor-made atau sesuai dengan kebutuhan riil industri.
Merespons arah kebijakan tersebut, General Manager PT ITDC selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Mandalika, I Made Pari Wijaya, menyampaikan bahwa pihak perusahaan terus berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM lokal melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan pelatihan hospitality.
Dukungan nyata juga datang dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Lombok Timur yang menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan pelatihan bagi sekitar 6.000 peserta. Kesiapan ini mencakup pelatihan di bidang hospitality dengan kapasitas yang mampu menampung hingga 17 kelas secara bersamaan.
Melalui sinergi kokoh antara pemerintah pusat, pengelola kawasan, lembaga pelatihan vokasi, dan pelaku usaha, KEK Mandalika diharapkan mampu memperkuat ekosistem penyediaan tenaga kerja yang adaptif. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk menarik investasi berkualitas, tetapi juga demi menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif serta berkelanjutan.














Komentar ditutup.