Euforia.id | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan kondisi cuaca kering mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada awal Agustus 2026.
Sebanyak 1.657 titik pengamatan mencatatkan Hari Tanpa Hujan (HTH) sangat panjang (31–60 hari), sementara 306 titik lainnya mengalami HTH ekstrem di atas 60 hari.
Wilayah dengan durasi tanpa hujan terpanjang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. Rekor HTH terpanjang tercatat selama 90 hari di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.
Kepala BMKG menyebutkan bahwa berlanjutnya cuaca kering ini dipicu oleh fenomena El Niño kuat yang masih berlangsung dengan indeks Niño 3.4 sebesar +2,45 dan Southern Oscillation Index (SOI) -29,2.
Kombinasi tersebut membuat sekitar 92,59% wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah pada Dasarian I Agustus 2026.
Dampak kekeringan ini telah memicu sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Pantauan satelit juga mendeteksi sebaran asap di Kalimantan, dengan potensi pergerakan lintas batas negara menuju Sarawak, Malaysia.
Kendati musim kemarau menguat, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lebat secara lokal masih dapat terjadi akibat aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik.
Peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot juga berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan, seperti Laut Andaman, perairan selatan Sulawesi Selatan, Laut Banda, dan Laut Arafuru.
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan karhutla.
Masyarakat diminta agar tidak membuka lahan atau membakar sampah sembarangan. Selain itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menjaga kesehatan dari dehidrasi, serta tetap waspada terhadap potensi angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem lokal.














Komentar ditutup.