Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Provinsi Papua berencana mengubah fungsi Gedung Sarinah di kawasan Taman Imbi serta menata ulang Lapangan Ampera di Kota Jayapura menjadi ruang publik yang lebih produktif dan ramah masyarakat.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, usai meninjau langsung kedua lokasi pada Selasa (9/6/2026).
Menurut Fakhiri, Gedung Sarinah akan dikembangkan menjadi pusat penjualan suvenir dan oleh-oleh khas Papua guna mendukung sektor pariwisata sekaligus memperkuat pemasaran produk lokal.
“Gedung Sarinah akan kita manfaatkan sebagai pusat suvenir dan oleh-oleh khas Papua. Wisatawan yang datang ke Papua bisa memperoleh berbagai produk unggulan daerah di satu tempat,” kata Fakhiri.
Ia menjelaskan, berbagai produk yang akan dipasarkan di lokasi tersebut meliputi kerajinan tangan, hasil karya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga makanan khas Papua yang selama ini menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Menurut dia, keberadaan pusat suvenir tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM lokal.
“Ini juga menjadi langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat karena produk-produk lokal akan memiliki ruang promosi dan pemasaran yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Lapangan Ampera akan ditata menjadi taman publik yang ramah anak dan lanjut usia. Kawasan tersebut dirancang sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, maupun bersantai bersama keluarga.
“Kita ingin Lapangan Ampera menjadi ruang publik yang nyaman bagi semua kalangan. Nanti akan ada taman bermain, ruang terbuka hijau, hingga layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.
Fakhiri menegaskan, penataan kedua kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas publik yang lebih representatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ia berharap transformasi Gedung Sarinah dan Lapangan Ampera dapat melahirkan ikon baru Kota Jayapura yang mampu mendukung aktivitas ekonomi, meningkatkan kunjungan wisata, serta memperbaiki kualitas hidup warga di ibu kota Provinsi Papua.











