Euforia.id | Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen menjaga iklim industri telekomunikasi yang sehat demi mendorong percepatan investasi jaringan 5G di Indonesia. Salah satu langkah nyata yang diambil pemerintah adalah dengan berupaya memangkas biaya regulasi (regulatory fee) bagi para operator seluler.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, saat menerima audiensi President Director dan Chief Executive Officer XLSMART di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
”Kami mencoba memberikan lingkungan dan ekosistem yang sehat dengan memberlakukan beberapa peraturan yang memperhatikan kondisi industri telekomunikasi. Kami mencoba mengurangi biaya regulasi,” ujar Wamen Nezar Patria dalam siaran pers Komdigi.
Nezar menjelaskan, industri yang sehat secara finansial merupakan prasyarat mutlak bagi operator untuk berani berinvestasi besar pada pembangunan jaringan generasi baru (5G).
Dengan ekosistem yang mendukung, masyarakat nantinya bisa menikmati layanan internet yang lebih cepat, stabil, dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Dalam pertemuan tersebut, Wamenkomdigi menyambut positif langkah strategis XLSMART yang dinilai agresif dalam mempercepat implementasi jaringan 5G di tanah air.
Pemerintah pun terus memantau dinamika persaingan usaha agar struktur pasar saat ini tetap memberikan ruang tumbuh yang ideal bagi para pelaku industri.
”Kami memperhatikan adanya penurunan pendapatan. Tapi sekarang saya pikir dengan tiga pemain ini, kita bisa membuat industri telekomunikasi Indonesia sehat. Dan Anda juga mengambil bagian yang sangat signifikan dengan strategi ini untuk mendorong implementasi 5G,” tambah Nezar.
Meski teknologi terus berkembang, Nezar mengingatkan bahwa indikator utama keberhasilan implementasi 5G adalah manfaat riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan harus menjadi prioritas utama dari setiap investasi baru.
Pemerintah memastikan akan terus mendukung kolaborasi dan sinergi dengan pelaku industri guna mempercepat pemerataan akses internet berkecepatan tinggi sekaligus mendongkrak daya saing digital Indonesia di kancah regional.














Komentar ditutup.