Jayapura, Euforia.id | Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, mendorong pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di pusat agar memberikan ruang seluas-luasnya bagi Orang Asli Papua (OAP) yang berkompeten untuk menduduki jabatan strategis, seperti General Manager (GM) di Papua.
Hal tersebut disampaikannya menanggapi aksi damai Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Papua pada Rabu (23/9/2026), yang menuntut agar pimpinan BUMN, termasuk PT Telkom/Telkomsel yang beroperasi di Papua diisi oleh OAP.
”Sepanjang calon yang didorong itu memenuhi syarat dan sudah memiliki pengalaman yang cukup, apalagi seperti di Telkom, itu kan banyak anak Papua yang bekerja sekian lama dan berkompeten, dan saya pikir mereka perlu diberikan ruang untuk mengabdi dan menjadi pimpinan,” kata Yan Mandenas, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, langkah itu penting agar anak-anak Papua dapat mengabdi di daerah sendiri. Bahkan ke depan, kader-kader tersebut bisa disiapkan untuk memimpin unit usaha di luar Papua, tidak hanya di sektor telekomunikasi seperti Telkom, tetapi juga Pertamina, PLN, perbankan, dan sektor lainnya.
Meski demikian, Yan Mandenas mengingatkan agar penempatan posisi strategis ini harus dibarengi dengan pencapaian target perusahaan yang optimal.
”Paling terpenting bukan sekedar mengejar dan menduduki jabatan, melainkan anak Papua harus bisa mencapai target dari perusahaan tersebut. Minimal mereka bisa memenuhi 60 hingga 80 persen target, supaya bisa terus dipercayakan pimpinan pusat untuk diorbitkan memegang peranan yang lebih besar lagi ke depan,” pungkasnya.

















Komentar ditutup.