Jayapura, Euforia.id | Kabut asap yang menyelimuti Kota Jayapura dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir dipastikan berasal dari kiriman asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Nugini serta sebagian Kabupaten Merauke.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat meninjau dan berkoordinasi langsung ke Kantor Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura.
Dalam keterangannya usai melakukan pemantauan bersama jajaran Dinas Kesehatan dan BPBD, Rustan Saru menjelaskan bahwa fenomena kabut asap ini dipicu oleh pergerakan angin yang membawa asap dari titik-titik kebakaran di negara tetangga menuju kawasan Kota Jayapura.
”Update di sana itu bahwa ternyata kabut asap ini dibawa oleh angin dari arah Papua Nugini ke kota ini, dan sebagian dari Merauke. Tapi paling besar dari Papua Nugini. Dan ini sudah berlangsung sembilan hari. Titik apinya belum selesai, sekarang masih ada. Jadi kapan berhentinya, kita belum tahu,” kata Rustan Saru.
Mengenai kualitas udara di Jayapura, Rustan mengungkapkan bahwa pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka yang fluktuatif namun masih berada dalam batasan relatif aman pada pengukuran terbaru, meskipun sempat melonjak di atas batas normal pada hari sebelumnya.
”Ada indeks mengenai dampak, namanya ISPU. Dampak polusi udara ini hari ini nilainya 62 tadi pagi di sana, itu aman. Di bawah 100 itu aman. Kalau di atas 100, itu yang berbahaya, kita harus pakai masker. Kemarin sempat tinggi, 104, jadi agak tinggi,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jayapura mengambil langkah antisipatif dengan mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta memiagakan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kota.
”Jadi kita imbau tetap kita waspada untuk kesehatan dan keselamatan kita. Anak-anak terutama dengan lansia harus pakai masker untuk mencegah terjadi pernapasan terganggu maupun mungkin masalah ISPA yang terjadi. Sehingga hari ini di puskesmas kita sudah 24 jam buka menyiapkan tim siaga, dilengkapi dengan peralatan, obat, dan oksigen. Jadi kalau ada yang terdampak, bisa langsung ditangani,” tambahnya.
Rustan Saru juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi pemantau ISPU agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak pasti, sembari mengimbau warga tetap optimistis menghadapi situasi fenomena alam ini.
”Warga masyarakat yang mau update data BMKG ada dua, bisa update di Google atau di Android kita, ada namanya ISPU. Ada juga mengenai masalah geofisika dan meteorologi, update saja cuaca dan masalah hujan. Kalau hujan sekarang ini kondisi normal sampai dengan bulan Oktober. Tetap kita semangat, optimistis, berdoa kepada Tuhan, mudah-mudahan ini bisa segera berakhir dan kita bisa aman dan damai di kota ini,” pungkasnya.
















Komentar ditutup.