Jayapura, Euforia.id | Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Papua sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-II yang digelar di ruang serba guna Yayasan Humania, Kota Jayapura, Senin (28/9/2026).
Dalam musyawarah tersebut, Stefanus Imbiri terpilih sebagai Ketua Pertuni Papua.
Musda ke-II itu dihadiri oleh puluhan penyandang tunanetra yang sebagian besar merupakan warga binaan Yayasan Humania—tempat bernaung para penyandang disabilitas netra di Jayapura.
- Selain itu, Musda tersebut juga melibatkan penyandang tuna netra dari Kabupaten Biak, Kabupaten Yapen, dan Kabupaten Jayapura, yang diikuti secara daring.
Meski digelar secara sederhana, jalannya musyawarah berlangsung tertib, transparan, dan demokratis. Seluruh rangkaian acara diwarnai suasana penuh kekeluargaan dan asas saling percaya di antara peserta, panitia, maupun para pendamping.
Puncak acara ditandai dengan proses pemungutan suara yang ramah bagi penyandang tunanetra. Setiap pemilih menyampaikan pilihannya dengan menyebutkan nomor urut kandidat yang didukung.
Mengingat keterbatasan penglihatan, proses pencatatan suara dibantu oleh pendamping non-tunanetra yang menuliskan nomor pilihan sesuai dengan ucapan pemilih secara jujur tanpa ada indikasi kecurangan.
“Kita sebagai penyandang disabilitas, khususnya tuna netra, itu lebih banyak menggunakan hak suaranya itu dengan istilahnya dibantu oleh pendamping. Karena kita terbatas di dalam penglihatan. Jadi, kita harus mendatangi setiap peserta untuk menanyakan siapa yang mau mereka pilih. Dari pesertanya yang memilih, kira-kira siapa sebenarnya yang sesuai dengan hati nuraninya,” kata Ketua Panitia Musda, Miryam Konstantina.
Dari hasil pemungutan suara tersebut, mayoritas peserta memilih Stefanus Imbiri. Sebagai sosok senior yang dihormati di lingkungan Yayasan Humania. Stefanus sebelumnya juga mengemban amanah yang sama.
Usai terpilih, Stefanus dan penyandang tuna netra di Papua berharap organisasi Pertuni ini dapat semakin solid serta lebih optimal dalam memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas netra di tanah Papua.
“Pertuni diharapkan bisa ada dan mempunyai kontribusi nyata dalam memperjuangkan hak-hak dari teman-teman tunanetra pada umumnya,” ujar Stefanus Imbiri.

















Komentar ditutup.