Jayapura, Euforia.id | Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Papua menyuarakan pentingnya pemenuhan hak-hak dasar bagi penyandang disabilitas netra, khususnya dalam hal akses pelayanan publik yang adil dan inklusif serta kesempatan kerja yang setara.
Ketua Pertuni Papua, Stefanus Imbiri, menilai bahwa isu kesejahteraan bagi tunanetra harus dimulai dari kepastian mendapatkan pelayanan publik yang sesuai dengan hak mereka tanpa diskriminasi.
”Paling tidak seorang tunanetra itu dia harus mendapatkan layanan yang sesungguhnya sesuai dengan haknya dia,” ujar Stefanus Imbiri.
Dalam sektor kesehatan, Stefanus mencontohkan perlunya prioritas dan perlakuan yang setara ketika penyandang disabilitas mengakses fasilitas medis seperti rumah sakit.
Menurutnya, sistem pelayanan publik idealnya mampu memberikan kemudahan akses tanpa harus membuat tunanetra menunggu terlalu lama dalam antrean.
Selain pelayanan dasar, Pertuni Papua juga menyoroti aspek kemandirian ekonomi melalui perluasan lapangan pekerjaan. Keterampilan yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas penglihatan dinilai perlu diakomodasi melalui ruang kerja yang inklusif.
”Dia bisa diberikan kesempatan untuk bekerja melakukan apa yang dimiliki. Jadi, keterampilan-keterampilan yang dimiliki itu bisa dia, ada punya ruang untuk bisa dikeluarkan,” pungkasnya.

















Komentar ditutup.