Jayapura, Euforia.id | Kekecewaan dirasakan oleh para orang tua pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Batik U-13. Mereka melayangkan protes kepada PSSI selaku panitia penyelenggara Piala Soeratin Zona 8 Papua lantaran anak-anak mereka tidak mendapatkan piagam, medali, maupun bentuk penghargaan lain di akhir turnamen.
Protes ini mencuat usai penutupan kompetisi yang ditutup oleh laga antara SSB Batik melawan Putra Telbin Bintuni di Stadion Mandala, Jayapura.
Dalam penutupan tersebut, panitia hanya menyerahkan piala gubernur dan medali kepada Papua Football Academy (PFA) yang dinobatkan sebagai juara kelompok umur U-13 usai mengamankan dua kemenangan atas SSB Batik dan Putra Telbin.
Perwakilan orang tua pemain SSB Batik, Gaes, menyayangkan sikap panitia yang dinilai diskriminatif dan tidak mengapresiasi kerja keras seluruh tim peserta.
Menurutnya, pada ajang-ajang tingkat provinsi sebelumnya, pihak penyelenggara selalu memberikan piagam atau penghargaan bagi tim peraih posisi kedua maupun peserta lainnya sebagai bentuk motivasi pembinaan usia dini.
”Kemarin waktu main di Sentani itu waktu Soeratin di tingkat Provinsi Papua, kan mereka (SSB Batik) juara, dan dibilang akan mewakili Papua ke tingkat nasional. Waktu itu, juara dua pun dikasih penghargaan. Kami tidak minta apa-apa, cuma penghargaan atau apa begitu,” ungkap Gaes, Rabu (7/10/2026).
Ia menambahkan, para orang tua merasa heran mengapa kompetisi kali ini hanya memberikan apresiasi penuh kepada juara pertama saja, sementara tim-tim lain yang turut berjuang dari tingkat provinsi seolah diabaikan.
Para orang tua juga sempat mencari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, di lokasi kegiatan guna meminta kejelasan mengenai penghargaan serta kepastian wakil Papua yang akan diberangkatkan ke tingkat nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN).
”Sekarang kok tiba-tiba juara satu saja yang dibawa? Makanya ibu-ibu komplain. Masak kemarin itu di tingkat provinsi saja diberikan penghargaan, kok sekarang yang ini cuma tingkat nasional punya cuma juara satu saja. Kalau begitu kemarin bawa PFA saja sudah berangkat, jangan bikin pertandingan lagi,” tegasnya.
Lantaran kecewa, para orang tua bahkan meminta anak-anak mereka untuk segera mengemasi perlengkapan dan meninggalkan penginapan di Wisma Atlet Mandala.
Sekadar informasi, Piala Soeratin 2026 memang hanya mengambil juara grup dari masing-masing zona untuk berlaga di babak 8 besar yang akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan demikian, tiket lolos hanya menjadi milik PFA U-13 sebagai juara grup dengan dua kemenangan.
















Komentar ditutup.