Jayapura, Euforia.id | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan waspada dalam mengelola keuangan di tengah euforia Piala Dunia 2026. Pasalnya, momentum turnamen sepak bola akbar ini rawan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menguras rekening warga melalui modus phishing dan judi online.
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Papua, Yosua Rinaldy, bersama Pengawas OJK Papua, Josua Yeremia Thomas Gultom, menyoroti fenomena maraknya pawai fans timnas di Jayapura.
Namun, mereka mengingatkan agar kegembiraan tersebut tidak membuat masyarakat lengah terhadap keamanan finansial pribadi.
”Jangan biarkan sukacita Piala Dunia berubah menjadi awal kisah korban scam keuangan dan judi online. Biarkan Piala Dunia membawa kita dalam drama seru di lapangan hijau, bukan drama pada rekening kita,” ujar pernyataan resmi dari pihak OJK Papua.
OJK mencatat, berdasarkan data perusahaan keamanan siber Kaspersky per 18 Juni 2026, telah ditemukan sedikitnya 336 situs palsu yang menduplikasi platform resmi Piala Dunia 2026.
Para penjahat siber aktif menyebarkan tautan (link) berbahaya dengan kedok link nonton gratis (streaming ilegal), undian jersi gratis, dan kuis prediksi skor.
Modus phishing ini mengincar data pribadi korban, seperti nomor identitas, kata sandi, kode OTP, hingga PIN ATM untuk mengambil alih isi rekening. OJK menegaskan agar masyarakat tidak sembarangan mengeklik tautan asing atau memberikan izin akses pada ponsel mereka.
Selain phishing, OJK Papua juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak terjebak dalam lingkaran setan judi bola online. Modus taruhan tebak skor atau pemenang pertandingan kerap dikemas dengan nominal kecil yang memicu kecanduan.
OJK mengingatkan bahwa hasil pertandingan sepak bola tidak bisa diprediksi secara pasti. Sekali terjebak dalam judi online, masyarakat akan mengalami kesulitan untuk keluar dari jerat kerugian finansial yang terus menguras saldo tabungan.
Masyarakat diimbau untuk menyikapi pesta sepak bola ini dengan kepala dingin. Menjaga kerahasiaan data keuangan dan menjauhi situs judi adalah kunci utama agar keuangan tetap sehat setelah turnamen berakhir.

















Komentar ditutup.