Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Provinsi Papua, Bank Indonesia (BI), dan TNI Angkatan Laut memberangkatkan KRI Mata Bongsang (873) dalam misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2026 dari dermaga Satrol Kodaeral X Jayapura, Selasa (4/8/2026).
Misi ini difokuskan untuk mengatasi keterbatasan akses layanan keuangan serta distribusi Uang Layak Edar (ULE) di wilayah kepulauan dan pesisir Papua yang memiliki tantangan geografis tinggi.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar negara hadir secara adil di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
”Papua memiliki kondisi bentang geografis yang luas dengan karekteristik yang menantang sehingga sinergi antara Bank Indonesia, TNI AL, dan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan menjadi penting. Kolaborasi ini memastikan pelayanan publik mampu menjangkau seluruh warga tanpa terkecuali,” ucap Aryoko.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut yang berkomitmen nyata dalam menghadirkan negara hingga ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Ekspedisi ini menjadi bukti kehadiran negara yang nyata, adil dan merata bagi masyarakat kepulauan Papua,” tambahnya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua, Warsono, memaparkan bahwa di tengah arus digitalisasi, preferensi masyarakat wilayah 3T terhadap uang tunai masih sangat tinggi. Namun, kondisi fisik uang di wilayah tersebut umumnya sudah sangat memprihatinkan.
”Uangnya sering kali sudah sangat lusuh, warnanya pudar, bahkan gambar pahlawannya mungkin sudah sulit dikenali. Padahal, masyarakat berhak memegang uang yang layak agar transaksi menjadi lebih nyaman,” ungkap Warsono.
Warsono juga menyoroti tantangan kedaulatan ekonomi di wilayah perbatasan, termasuk masih ditemukannya penggunaan mata uang asing. Melalui amanat UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan UU P2SK, BI berkomitmen menyediakan uang dalam jumlah dan pecahan yang tepat.
”Menjangkau lebih dari 17 ribu pulau bukanlah hal yang bisa kami lakukan sendiri tanpa dukungan dari TNI Angkatan Laut,” paparnya.
Selama periode 4 hingga 10 Agustus 2026, tim ekspedisi bersama KRI Mata Bongsang (873) dijadwalkan menyambangi lima titik pulau terluar di Papua, yaitu Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Numfor, Pulau Bepondi, dan Pulau Yapen, untuk mendistribusikan uang layak edar sekaligus menjalankan misi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
”Kepada seluruh tim ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun 2026 dan awak kapal KRI Mata Bongsang (873) saya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian saudara, laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Utamakan keselamatan, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan jadilah duta yang membawa semangat layanan, kebangsaan serta persaudaraan,” pesan Wakil Gubernur.

















Komentar ditutup.