Euforia.id | Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai Wamena, Kabupaten Jayawijaya, memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya dan agrowisata unggulan berstandar internasional. Kekayaan tradisi adat, warisan sejarah, hingga produk lokal dinilai mampu menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan mancanegara.
Hal tersebut diungkapkan Wamenpar saat melakukan kunjungan kerja perdana ke Wamena, Kamis (6/8). Dalam lawatan yang didampingi oleh jajaran Pemkab Jayawijaya itu, Wamenpar meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari Desa Wisata Kumugima, situs mumi di Aikima, hingga pusat kriya dan agrowisata lokal.
Di Desa Wisata Kumugima, Wamenpar melihat langsung aktivitas kehidupan masyarakat adat, seperti tradisi bakar batu, pertunjukan tari tradisional, serta kawasan rumah adat honai yang masih terjaga kelestariannya.
Selain itu, ia juga meninjau potensi agrowisata berupa kebun nanas dan komoditas unggulan kopi Wamena yang dikenal memiliki cita rasa khas.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Aikima untuk menyaksikan langsung situs mumi berusia lebih dari 300 tahun milik Kepala Suku Wirafak Elosak.
Situs sejarah yang diwariskan secara turun-temurun ini terbukti menjadi daya tarik kuat yang memikat wisatawan asing, termasuk pelancong asal Italia yang ditemui Wamenpar di lokasi setelah berkunjung dari Raja Ampat.
Selain aspek budaya dan sejarah, Wamenpar turut mengunjungi Workshop Noken Street Fashion untuk mengapresiasi kreativitas para perajin noken lokal.
Ia menilai kerajinan tangan tradisional ini merupakan elemen penting dalam ekosistem pariwisata yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi luas bagi masyarakat.
Meski menyimpan potensi besar, Wamenpar mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bersama pemerintah daerah.
Kolaborasi intensif diperlukan guna mengemas berbagai daya tarik tersebut secara terpadu, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperpanjang durasi tinggal (length of stay) di Papua Pegunungan.
”Mudah-mudahan dengan mengembangkan dan mengemas lebih banyak daya tarik wisata yang ada di sini, kita bisa meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata maupun agrowisata,” pungkas Ni Luh.
















Komentar ditutup.