Jayapura, Euforia.id | Semarak peringatan HUT RI ke-81 di Kota Jayapura semakin terasa dengan hadirnya pameran karya seni kreatif dari para mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua dalam gelaran Jayapura Fair 2026.
Berbagai karya seni, mulai dari lukisan hingga batik, dipamerkan dan dijual langsung untuk memeriahkan suasana perayaan kemerdekaan.
Erik Rumbrawer, seorang dosen Program Studi Seni Rupa Murni ISBI Tanah Papua, menjelaskan bahwa karya-karya yang dipajang merupakan hasil kreativitas langsung dari para mahasiswa. Menariknya, banyak dari karya lukisan tersebut memanfaatkan bahan-bahan daur ulang.
”Karya-karya mahasiswa ini semuanya dari bahan daur ulang. Jadi, hasil karyanya unik dan bernilai seni tinggi,” ujar Erik di sela-sela pameran.
Menurut Erik, karya seni tersebut juga sudah memiliki daya tarik tersendiri, bahkan telah terjual hingga ke mancanegara.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan, dengan kisaran harga yang sangat terjangkau bagi para kolektor maupun masyarakat umum.
”Untuk lukisan, harga tergantung ukuran. Yang standar biasanya mulai dari 500 ribu hingga 1,5 juta rupiah,” katanya.
Tidak hanya seni rupa murni, pameran ini juga menampilkan karya dari mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang fokus pada bidang audio visual. Erik menambahkan bahwa ISBI Tanah Papua terus berinovasi dalam membuka program pendidikan baru guna mendukung potensi budaya lokal.
”Kami sekarang juga sudah membuka dua jurusan baru, yakni Film dan Televisi serta Desain Produk. Ke depan, kami berencana untuk membuka program studi bahasa-bahasa daerah Papua untuk melestarikan kekayaan budaya kita,” pungkasnya.
Kehadiran stan ISBI Tanah Papua dalam Jayapura Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer kreativitas mahasiswa, tetapi juga membuktikan bahwa tangan-tangan kreatif dari Tanah Papua mampu menghasilkan karya yang berdaya saing dan patut dibanggakan.

















Komentar ditutup.