Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Ekonomi

Daya Beli Melemah, Tren Belanja Masyarakat Kota Jayapura Berubah

badge-check

Daya Beli Melemah, Tren Belanja Masyarakat Kota Jayapura Berubah Perbesar

Jayapura, Euforia.id | Perubahan perilaku belanja masyarakat mulai dirasakan sektor ritel modern di Kota Jayapura. Menurunnya daya beli publik memicu fenomena pergeseran pilihan produk konsumen yang kini lebih memilih opsi substitusi yang lebih ekonomis.

​Perlambatan transaksi ekonomi yang dirasakan dalam beberapa bulan terakhir mendorong konsumen di Kota Jayapura untuk lebih selektif dalam membelanjakan keuangan mereka, dengan fokus ketat pada pemenuhan kebutuhan dapur esensial.

​Dampak pelemahan daya beli ini turut dirasakan oleh jaringan retail besar di wilayah setempat, salah satunya SAGA Retail Group. Meskipun sektor ritel sembako (sembilan bahan pokok) masih menjadi kategori paling bertahan dibanding sektor non-esensial lain, pergeseran pola konsumsi masyarakat tidak dapat dihindari.

​Manajemen retail mencatat adanya perubahan perilaku konsumen atau yang dikenal dengan istilah down-trading. Konsumen saat ini cenderung beralih dari merek premium atau pilihan reguler ke produk alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.

​”Kondisi sekarang sih saya lihat masyarakat lebih istilahnya down-trade. Jadi yang tadinya beli brand tertentu dengan harga lebih tinggi, sekarang tidak ada masalah beralih ke merek berbeda atau kemasan plastik biasa yang harganya lebih murah. Konsumen tetap belanja, tapi volumenya lebih sedikit atau memilih substitusi yang ekonomis,” kata Owner SAGA Group, Gary Marcelino Pirono.

​Fenomena ini terlihat pada komoditas kebutuhan pokok utama seperti beras, telur, tepung terigu, bumbu masak, hingga minyak goreng.

“Sebagai contoh, konsumen yang sebelumnya rutin membeli produk gula atau tepung dengan kisaran harga tertentu, kini lebih fleksibel memilih kemasan ekonomis demi menghemat pengeluaran bulanan,” jelasnya.

​Meskipun secara angka pertumbuhan bisnis pada semester berjalan masih berada di jalur positif, skala pertumbuhannya diakui tidak sebesar periode sebelumnya. Faktor ketidakpastian likuiditas dan penyesuaian keuangan di tengah masyarakat menjadi pemicu utama di balik perlambatan transaksi ini.

​Kendati demikian, keberadaan ritel penyedia bahan pokok esensial dinilai masih menjadi kebutuhan utama yang membuat roda perdagangan di Kota Jayapura relatif stabil di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

RSUD Jayapura Pastikan Stok Obat dan Bahan Medis Aman Hingga Nataru

21 Okt 2026 - 10:38 WIB

RSUD Jayapura Pastikan Stok Obat dan Bahan Medis Aman Hingga Nataru

Dapat Laporan Pungli, Rustan Saru Sidak Kelurahan Waena

19 Okt 2026 - 15:13 WIB

Dapat Laporan Pungli, Rustan Saru Sidak Kelurahan Waena

Dampak Kabut Asap di Kota Jayapura, ISPU Masih Relatif Aman

19 Okt 2026 - 13:49 WIB

Dampak Kabut Asap di Kota Jayapura, ISPU Masih Relatif Aman

Sat Narkoba Polresta Gelar Razia Gabungan di THM

18 Okt 2026 - 07:42 WIB

Sat Narkoba Polresta Gelar Razia Gabungan di THM
Trending di Jayapura