Jayapura, Euforia.id | PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (AMJ) mengusulkan dukungan pembiayaan sebesar Rp20 miliar kepada Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi Papua untuk membangun sumber air baru di Koya Koso, Distrik Muara Tami.
Investasi tersebut direncanakan untuk membangun sumber air beserta jaringan pipa hingga kawasan Perumahan Anugerah dan sekitarnya, yang diperkirakan mampu melayani 4.000 hingga 5.000 sambungan Rumah.
Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (PT AMJRN), Dr.Entis Sutisna ,S.E.,M.Ak.,M.M.,Ak.,CA, mengatakan usulan tersebut merupakan bagian dari upaya perluasan akses air bersih di wilayah pengembangan perumahan Baru.
“Untuk membangun sumber air baru beserta jaringan pipanya hingga kawasan Perumahan Anugerah dan sekitarnya, dibutuhkan investasi sekitar Rp20 miliar. AMJ telah mengusulkan dukungan pembiayaan kepada pemerintah kota dan pemerintah Provinsi,” ungkap Entis.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jayapura mendukung pembangunan reservoir di wilayah Koya. Pemanfaatan sumber air Danau Sentani juga direncanakan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Jayapura.
“Dukungan dari pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi sangat besar terhadap pembangunan air bersih. Kami berharap rencana-rencana tersebut dapat direalisasikan secara Bertahap,” tuturnya.
Salah satu potensi sumber air yang menjadi perhatian AMJ berada di Koya Koso, Distrik Muara Tami. Sumber air tersebut diperkirakan mampu mendukung pelayanan sekitar 4.000 hingga 5.000 sambungan Rumah.
Entis menjelaskan, pelayanan air bersih AMJ saat ini masih menghadapi tantangan dari sisi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Dari sisi kuantitas, kapasitas produksi air saat ini sekitar 715 liter per detik yang bersumber dari 23 titik. Namun, sistem jaringan belum sepenuhnya terinterkoneksi karena sebagian sumber air berada di wilayah Kabupaten Jayapura dan sebagian lainnya berada di wilayah Kota Jayapura.
Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air belum dapat dilakukan secara merata ke seluruh pelanggan. Setiap wilayah pelayanan masih bergantung pada sumber air Masing-masing.
“Dengan kondisi debit air yang terbatas dan sumber-sumber air yang belum saling terhubung, pemerataan pelayanan memang masih menjadi Tantangan,” katanya.
Akibatnya, terdapat wilayah yang menerima aliran air tiga kali dalam seminggu, sementara wilayah lainnya hanya dua kali dalam seminggu. Durasi pengaliran juga belum dapat dilakukan selama 24 jam setiap Hari.
Meski demikian, AMJ berkomitmen mengoptimalkan debit air yang tersedia agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal. Pengaturan distribusi dilakukan secara bergilir berdasarkan kondisi sumber air dan sistem jaringan di setiap wilayah Pelayanan.
Dari sisi kualitas, AMJ memastikan pengawasan terhadap mutu air dilakukan secara rutin sebelum air didistribusikan kepada pelanggan. “Kami terus menjaga kualitas air melalui pembersihan rutin dan penggunaan sodium hipoklorit. Hal ini dilakukan untuk memastikan air yang diterima pelanggan tetap memenuhi standar Pelayanan,” jelas Entis.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan membutuhkan dukungan anggaran, pembangunan sumber air baru, perluasan jaringan, serta interkoneksi Antarsistem.
“Saya berharap dukungan pemerintah dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih, terutama di kawasan Muara Tami dan wilayah pengembangan perumahan baru. Dengan demikian, perluasan sambungan rumah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan pemerataan distribusi air bagi Masyarakat,” pungkas Entis.

















Komentar ditutup.