Jayapura, Euforia.id | Teka-teki siapa sosok nakhoda baru Persipura Jayapura untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027 akhirnya terjawab.
Direktur Sepakbola Persipura, Angel Alfredo Vera, secara resmi mengumumkan penunjukan Andri Ramawi Putra sebagai pelatih kepala yang baru.
Keputusan itu diambil melalui pertimbangan matang dan didasari oleh pemahaman Andri terhadap karakter Persipura.
Vera dan Andri memang memiliki kedekatan profesional yang erat karena pernah bertandem, baik saat mengarsiteki Persipura beberapa musim lalu maupun di PSIS Semarang.
Kolaborasi itu kini berlanjut lagi di Persipura dengan tugas yang berbeda. Alfredo Vera sebagai Direktur Sepakbola akan menentukan arah besar kebijakan taktis dan pengembangan tim, sementara Andri memimpin langsung skuad Persipura.
”Coach Andri bukan orang baru untuk Persipura. Kami pernah bekerja bersama di Persipura dan PSIS. Dia mengenal karakter tim ini dan memiliki hati untuk Persipura,” ungkap Alfredo Vera.
Mantan pelatih yang mempersembahkan gelar juara ISC A untuk Persipura itu juga menekankan pentingnya sinergi baru yang lebih terarah, terbuka, dan saling mendukung demi marwah klub.
Menurutnya, Persipura memiliki sejarah besar, namun saat ini fokus utama adalah bekerja keras dengan satu hati, satu tujuan, dan semangat baru untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027.
Juru Taktik Modern Berbasis Sports Science
Di kalangan pelaku sepak bola nasional, Andri Ramawi dikenal sebagai representasi pelatih muda progresif yang mengawinkan kedisiplinan tinggi dengan pendekatan sains olahraga (sports science).
Ia memegang Lisensi A AFC, pelatih berusia 40 tahun itu punya modal yang mumpuni untuk mengendalikan kemudi taktik tim.
Kelebihan mencoloknya ada pada kemampuannya membangun ketahanan fisik pemain yang padu dengan organisasi pertahanan solid.
Karakter alami pemain Papua yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik akan sangat ditunjang oleh sentuhan fisik ala Andri.
Gaya itu diprediksi membuat transisi permainan Persipura jauh lebih agresif dan bertenaga.
Dalam skema taktisnya yang menyukai formasi 4-3-3 defending, Andri kerap mengandalkan pakem modern yang fleksibel, dengan fokus utama pada kerapian posisi saat bertahan sebelum melancarkan serangan balik cepat ke pertahanan lawan.
Rekam Jejak Panjang di Berbagai Kasta
Karier kepelatihan Andri Ramawi dirintis dari bawah dan dikumpulkan lewat perjalanan panjang di berbagai klub besar lintas kompetisi Indonesia.
Ia memulai kiprahnya di Barito Putera dari level pembinaan usia muda bersama tim U-16 dan U-18 sejak tahun 2014, hingga akhirnya dipercaya naik kelas menjadi asisten pelatih tim senior mendampingi pelatih kawakan Djadjang Nurdjaman hingga tahun 2020.
Namanya kemudian mulai melekat di hati pendukung Persipura saat dipercaya menjadi asisten pelatih Persipura sepanjang tahun 2020 hingga 2022, mendampingi Jacksen F. Tiago dan kemudian berlanjut mendampingi Alfredo Vera.
Pengalaman dua musim itu membuatnya paham betul dinamika internal Mutiara Hitam.
Setelah itu, ia sempat menjabat sebagai pelatih fisik di Persis Solo senior dan U-20, sebelum akhirnya merasakan tekanan tinggi di kompetisi kasta bawah bersama Persiba Bantul.
Pembuktian terbesar Andri sebagai pelatih kepala terjadi pada awal tahun ini saat ditunjuk menggantikan Jafri Sastra di kasta kedua untuk menukangi PSIS Semarang.
Bersama Alfredo Vera yang saat itu menjabat Direktur Teknik, Andri sukses membawa PSIS keluar dari ancaman zona playoff degradasi, sebelum akhirnya memutuskan mundur secara terhormat pada April lalu karena alasan personal.
Tugas menukangi Persipura Jayapura tentu memiliki tekanan besar karena ekspektasi publik Papua teramat tinggi, terlebih target manajemen sudah sangat jelas, tiket promosi menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia tak bisa ditawar.
Melalui kolaborasi satu hati satu tujuan, Alfredo Vera berharap Andri mampu mengemban kepercayaan tersebut secara maksimal. Kehadiran duet Alfredo Vera di jajaran manajemen dan Andri di pinggir lapangan diharapkan mampu menebus dosa saat meninggalkan Persipura ketika turun ke kasta kedua, empat tahun lalu.















Komentar ditutup.