Jayapura, Euforia.id | Memasuki tahun kedua operasionalnya, SMA Negeri 8 Kota Jayapura hingga kini belum memiliki gedung sekolah sendiri dan terpaksa masih menumpang.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pendidikan, saat ini tengah menggodok perencanaan pembangunan serta melanjutkan proses pembayaran pembebasan lahan tahap kedua.
Sejak pertama kali dibuka, sekolah ini belum memiliki fasilitas gedung permanen. Pada tahun ajaran pertama, SMAN 8 Jayapura memanfaatkan aset bangunan milik SMAN 4 Jayapura.
Sementara untuk tahun ajaran 2026/2027 ini, aktivitas belajar mengajar dialihkan dan menumpang menggunakan aset gedung milik SD Negeri Entrop.
”Memasuki tahun ajaran 2026/2027 ini, angkatan kedua SMAN 8 Jayapura kembali menerima kurang lebih 200 siswa untuk empat kelas. Setelah sebelumnya menumpang di SMAN 4 Jayapura, tahun ini kita menggunakan aset gedung SD Negeri Entrop,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena.
Kendati demikian, proses pendidikan tetap berjalan dengan menampung total sekitar 400 siswa dari angkatan pertama dan kedua (masing-masing angkatan berjumlah kurang lebih 200 siswa yang terbagi dalam 4 rombongan belajar).
Menanggapi kendala fasilitas tersebut, Dinas Pendidikan Kota Jayapura memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas dua hektar yang berlokasi di kawasan Bintang Mas, tepatnya di sebelah area eks Kolam Buaya, Entrop.
”Pemerintah Kota Jayapura sudah punya lahan dua hektar di Bintang Mas, sebelah kolam buaya, Entrop. Pembayaran tahap pertama sudah, dan tahun ini kita lanjut ke tahap kedua untuk pengadaan lahan pembangunan gedung permanennya,” ujarnya.
Langkah itu dilakukan guna memastikan aspek legalitas lahan rampung, sehingga pembangunan fisik gedung permanen SMAN 8 Kota Jayapura dapat segera direalisasikan demi kenyamanan proses belajar mengajar para siswa.

















Komentar ditutup.