Jayapura, Euforia.id | Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri mengunjungi warga RT 03/RW 05 Dok VIII Pantai, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, yang terdampak insiden kebakaran beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Papua dalam memastikan penanganan dan pemulihan bagi masyarakat pascabencana berjalan dengan baik.
Dalam pertemuan bersama warga, Ketua RT 03/RW 05, Bernat Sineri, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang dihadapi masyarakat terdampak, mulai dari perbaikan rumah, ketersediaan air bersih, hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang saat ini sedang mengikuti ujian.
“Kami berharap atas kunjungan ini, Bapak bisa menaruh perhatian terhadap kami atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain rumah, kami juga meminta perhatian terkait kebutuhan air bersih,” kata Bernat di Kota Jayapura, Kamis (4/6/2026).
Ia juga berharap pemerintah dapat membantu kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak kebakaran.
“Saat ini anak-anak kami sedang mengikuti ujian sekolah dan membutuhkan sepatu serta perlengkapan sekolah lainnya, sehingga kami harap Bapak Gubernur bisa melihat hal itu,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami warga. Ia menegaskan pemerintah akan segera mengambil langkah konkret guna membantu masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascakebakaran.
“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Saya berharap masyarakat dapat menghadapi cobaan ini dengan tabah. Saya sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan pendataan dan saya akan memastikan proses penanganannya berjalan secepat mungkin,” kata Fakhiri.
Gubernur memastikan rumah-rumah warga yang terdampak akan dibangun kembali dengan kondisi yang lebih baik. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Saya akan berbicara langsung dengan Dinas PU agar pekerjaan ini segera dilaksanakan. Saya akan berupaya membangun kembali rumah-rumah warga dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga bersyukur karena tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemerintah, kata Gubernur, siap menyiapkan tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah selama proses pembangunan kembali berlangsung.
“Yang paling penting adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Terkait relokasi sementara, pemerintah akan menempatkan warga yang terdampak di Hotel Numbay apabila memungkinkan sambil menunggu proses pembangunan kembali rumah yang rusak,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua telah memiliki program penataan kawasan Dok VIII Pantai. Saat ini proses pendataan ulang masih berlangsung sehingga beberapa wilayah belum sepenuhnya masuk dalam program yang sedang berjalan.
“Saya sudah memiliki program untuk menata kawasan ini. Saat ini masih dalam tahap pendataan ulang sehingga beberapa wilayah belum terakomodasi. Ke depan, kawasan ini akan ditata kembali agar lebih tertib dan aman,” jelasnya.
Selain penataan kawasan, pemerintah juga akan melakukan pembenahan jaringan kelistrikan guna mengurangi risiko gangguan maupun kebakaran akibat korsleting listrik.
“Kami sudah mulai melakukan penataan dari kawasan Dok 8. Saya ingin kabel-kabel listrik ditata dengan baik sehingga tidak lagi terlihat semrawut. Saya juga akan berkoordinasi dengan PLN untuk mengatasi persoalan yang dapat menyebabkan korsleting listrik,” tegas Gubernur.
Pemerintah Provinsi Papua juga memastikan seluruh warga terdampak akan memperoleh bantuan dan diupayakan masuk dalam program bantuan perumahan yang didukung pemerintah pusat.
“Saya hadir di sini untuk memastikan warga yang terdampak memperoleh bantuan. Saya juga akan mengupayakan agar mereka masuk dalam program perumahan yang didukung pemerintah pusat,” ujarnya.
Khusus bagi anak-anak yang terdampak musibah, Gubernur menegaskan bahwa kebutuhan pendidikan seperti sepatu dan perlengkapan belajar lainnya akan segera dipenuhi.
“Sementara untuk kebutuhan anak-anak sekolah yang terdampak, seperti sepatu dan perlengkapan belajar lainnya, akan segera kami bantu,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Jayapura Utara, Frengky Rumbiak, menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, kebakaran yang terjadi pada 7 Mei sekitar pukul 15.00 WIT mengakibatkan tujuh kepala keluarga terdampak dengan total sekitar 60 jiwa.
“Sebanyak tujuh rumah terdampak dan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” jelas Rumbiak.
Pemerintah Provinsi Papua bersama Pemerintah Kota Jayapura, aparat kepolisian, dan instansi terkait akan terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat proses pemulihan pascakebakaran sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman, nyaman, dan produktif.














