Euforia.id | Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Nokia dan NVIDIA untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia.
Kemitraan ini bertujuan memperluas jangkauan 5G sekaligus menghadirkan layanan digital canggih berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke seluruh pelosok negeri.
Melalui kerja sama ini, Nokia bertindak sebagai mitra teknologi utama yang akan menerapkan Radio Access Network (RAN) 5G canggih pada pita frekuensi rendah dan menengah.
Langkah ini diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas, kinerja, dan cakupan layanan Indosat, baik untuk pelanggan ritel maupun sektor korporasi. Targetnya, jaringan 5G pita frekuensi menengah akan menjangkau sekitar 80% jaringan dalam waktu 3,5 tahun ke depan.
”Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar,” ujar Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2026).
Kolaborasi tiga raksasa teknologi ini juga berfokus pada pengembangan arsitektur AI-RAN (Radio Access Network) dan AI Grid. Inovasi ini menyusul kesuksesan panggilan AI-RAN pertama yang diselesaikan pada Mobile World Congress (MWC) 2026 awal tahun ini.
Selanjutnya, ketiga perusahaan bersiap melakukan uji coba lapangan di Indonesia pada akhir tahun 2026.
President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menyebutkan bahwa masa depan evolusi jaringan sangat bergantung pada kemampuan operator dalam memadukan konektivitas dengan kecerdasan buatan.
“Untuk mendukung proyek ini, Nokia akan memasok perangkat keras generasi terbaru seperti radio Habrok dan Pandion, serta basis data Levante yang diklaim lebih hemat energi dan efisien,” katanya.
Sementara itu, SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menambahkan bahwa integrasi ini menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berevolusi menjadi platform kecerdasan terpadu.
“Implementasi teknologi ini diharapkan mampu mempercepat inovasi lokal di berbagai sektor krusial di Indonesia, mulai dari layanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pertanian,” pungkasnya.














