Jayapura, Euforia.id | Komunitas Anak Jantung Kota yang diinisiasi oleh Pendeta Naomi Selan masih terus setia melayani dan memberikan pembinaan kepada anak-anak di kawasan perkotaan Jayapura, mencakup seputar eks Pasar Ampera, Terminal Lama, hingga area Pasar Mama-Mama Papua.
Kehadiran komunitas ini menjawab kebutuhan ruang interaksi dan pendampingan bagi anak-anak serta remaja usia di bawah 18 tahun yang hidup di lingkungan perkotaan.
Berdasarkan data mereka, tercatat ada sekitar 200 anak dan remaja yang masuk dalam cakupan binaan komunitas di wilayah jantung kota Jayapura.
Selain itu, aktivitas pembelajaran juga berjalan secara rutin melalui Rumah Belajar Komunitas. Di fasilitas belajar non-formal ini, tercatat sekitar 150 anak aktif mengikuti kegiatan edukasi dan pembinaan karakter yang dipusatkan di Pasar Mama-mama Papua.
Pdt Naomi Selan menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembinaan ini difokuskan sepenuhnya di dalam kota untuk menjangkau anak-anak yang kesehariannya berada di pusat aktivitas ekonomi dan keramaian.
“Untuk komunitas anak jantung kota anak-anak dan remaja bahkan di bawah usia 18 tahun, itu sekitar 200-an anak. Belum yang dari daerah, lalu di Pasar Mama-mama Papua itu ada 150-an anak yang terdata aktif belajar di Rumah Belajar,” ujar Pdt Naomi Selan.
Melalui Rumah Belajar ini, anak-anak dan remaja diberikan pendampingan belajar agar mereka tetap memperoleh hak dasar pendidikan serta bimbingan moral yang konstruktif.

















Komentar ditutup.