Jayapura, Euforia.id | Manajemen Persipura Jayapura menunjukkan rasa duka mendalam atas berpulangnya salah satu pendukung setia mereka pada laga kontra PSS Sleman yang berlangsung Sabtu (24/1/2026) lalu di Stadion Lukas Enembe.
Sebagai bentuk penghormatan dan empati, perwakilan klub mengunjungi kediaman duka di Asrama Supiori, Kota Jayapura, pada Senin (26/1/2026).
Penyerahan santunan dilakukan secara langsung oleh Asisten Manajer Persipura, Esteban Bustos, didampingi Media Officer Eveerth Joumilena, dan perwakilan Nusantara Cenderawasih Karsa, Hosea.
Kehadiran pihak manajemen disambut hangat oleh keluarga almarhum dan penghuni asrama.
Manajer Persipura, Owen Rahadian, menyampaikan pesan duka citanya kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menekankan betapa berartinya dukungan yang telah diberikan almarhum bagi tim Mutiara Hitam.
”Kami dengan rendah hati tulus mengucapkan turut berbelasungkawa bagi keluarga dan rekan-rekan yang ditinggalkan. Terima kasih untuk segala support yang almarhum berikan saat Persipura melawan PSS Sleman kemarin. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan bagi kita semua,” ujar Owen.
Ia juga berharap tali asih yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua,” ujarnya.
Almarhum diketahui merupakan mahasiswa semester III Ilmu Pemerintahan Universitas Cenderawasih (Uncen).
Di usianya yang menginjak 25 tahun, ia diberikan kepercayaan sebagai Ketua Asrama Mahasiswa Supiori.
Perwakilan keluarga, Gustaf Kawer, mengungkapkan bahwa almarhum sebenarnya sedang dalam kondisi sakit paru-paru kronis.
Namun, kecintaannya yang besar terhadap Persipura membuatnya tetap memaksakan diri hadir di Stadion Lukas Enembe.
”Dia fans berat Persipura. Meski sedang sakit, dia bertahan untuk menonton hingga akhirnya napasnya terhenti saat pertandingan. Kami sangat mengapresiasi empati manajemen Persipura. Santunan ini sangat bermanfaat untuk biaya pemulangan jenazah dari Jayapura ke Biak, lalu dilanjutkan ke Supiori,” ungkap Gustaf.
Meski tengah diselimuti duka, pihak keluarga tetap memberikan doa terbaik bagi kejayaan Persipura di kancah sepak bola nasional.
”Kami harapkan Persipura tetap menjadi yang terbaik untuk Papua, membawa harum nama Papua, dan tentu saja kembali naik ke Liga 1. Persipura tetap menjadi kebanggaan kami,” harapnya.












