Jayapura, Euforia.id | Semangat untuk melestarikan kebudayaan khas Papua terus digerakkan oleh para perajin lokal, salah satunya adalah Suhartini, atau yang akrab disapa Mama Youwe. Sapaan “Youwe” sendiri merupakan marga dari suaminya yang berasal dari Kayo Pulau.
Melalui kerajinan tangan, ia tidak hanya menciptakan produk bernilai jual, tetapi juga berusaha membina generasi muda agar kecintaan terhadap warisan budaya tetap terjaga.
Mama Youwe, yang berasal dari Jakarta, telah menggeluti dunia kerajinan tangan selama lebih dari lima tahun. Ia mengungkapkan bahwa motivasi utamanya adalah melestarikan kearifan lokal.
“Tujuannya untuk melestarikan, supaya generasi anak-anak harus kita bina juga untuk ikut melestarikan budaya,” ujarnya.
Yang dilakukan Mama Youwe meliputi pembuatan berbagai kerajinan khas, mulai dari tas tradisional hingga berbagai aksesori.
Ia juga sering mengajar anak-anak sekolah dan merangkul ibu-ibu di sekitarnya untuk membentuk kelompok usaha bersama, agar sesama perajin dapat saling membantu dalam memasarkan produk.
”Saya juga merangkul yang lain, dari ibu-ibu yang berusaha, macam ada sarang semut, kita rangkul, untuk berkelompok,” ujarnya.
Dalam menjalankan usahanya, Mama Youwe mengaku sering berinovasi secara otodidak. Ia pun mengapresiasi dukungan dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop), yang telah memberikan pembinaan melalui berbagai pelatihan dan kesempatan pameran.
Meski menghadapi tantangan dalam menentukan nilai jual produk kerajinan yang membutuhkan apresiasi tinggi, ia tetap berkomitmen untuk terus berkarya.
“Memang barang begini tuh susah untuk jadi uang. Kecuali orang yang betul-betul membutuhkan baru bisa beli,” ungkapnya.
Mama Youwe berharap kerajinan tangan khas Papua tidak hanya dikenal sebagai barang seni, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berkesinambungan bagi masyarakat lokal.

















Komentar ditutup.