Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Provinsi Papua mendorong program Sekolah Rakyat sebagai solusi ganda, memperluas akses pendidikan sekaligus membuka lapangan kerja bagi putra-putri daerah yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri mengungkapkan, Papua memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) potensial yang telah menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.
Namun, sebagian dari lulusan tersebut saat ini belum memperoleh kesempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.
“Kami sudah menyekolahkan banyak anak Papua ke luar negeri. Mereka sudah pulang, tetapi masih menganggur,” ujar Fakhiri.
Melihat tantangan tersebut, Fakhiri menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang strategis untuk memanfaatkan potensi lulusan lokal sekaligus menjawab kebutuhan tenaga pendidik di Papua.
Ia berharap Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan dapat diprioritaskan dalam proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat.
“Kalau bisa mereka yang diberi kesempatan mengajar di Sekolah Rakyat agar sekaligus membantu adik-adik mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat. Pelibatan tenaga pendidik lokal ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi asal Papua, tetapi juga mampu mengoptimalkan pelayanan pendidikan bagi anak-anak di berbagai daerah.

















Komentar ditutup.