Jayapura, Euforia.id | Kreativitas tanpa batas dibuktikan oleh para penyandang gangguan bipolar di Kota Jayapura melalui wadah “Ruang Teduh”.
Komunitas yang diinisiasi oleh Ansarina Rabiah di bawah naungan Indonesian Art Movement ini membuktikan bahwa pengidap bipolar dan ADHD mampu menyalurkan emosi serta kegelisahan mereka menjadi karya seni yang bernilai.
Melalui program art therapy atau terapi seni, komunitas ini memberikan ruang bagi para penderita maupun penyintas untuk melahirkan karya, mulai dari seni rupa hingga ekspresi musik.
Ruang Teduh juga aktif merangkul lintas daerah hingga luar negeri untuk saling menguatkan, sekaligus mematahkan stigma masyarakat bahwa penyandang gangguan bipolar tidak dapat berkarya seperti orang pada umumnya.
Terkait perjuangan komunitasnya, Ansarina menegaskan pentingnya keberanian bagi para penderita maupun penyintas untuk tidak merasa rendah diri.
“Kita harus berani, kita kuat, kita punya teman senasib, saling merangkul lah, baku jaga. Kita saling menguatkan. Saya harap dari Ruang Teduh ini, teman-teman jadi tidak merasa insecure,” ujar Ansarina.
















Komentar ditutup.