Euforia.id | Pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tim nasional Belanda dan Jepang di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026), berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 2-2.
Laga sengit yang diwarnai gol larut Daichi Kamada pada menit ke-88 itu melahirkan sejumlah fakta menarik di balik jalannya pertandingan.
Berdasarkan data yang dirangkum Opta, timnas Belanda mengukir sejarah baru sejak pertama kali berpartisipasi di panggung Piala Dunia.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah kompetisi akbar ini, De Oranje menurunkan kesebelasan utama (starting XI) tanpa diperkuat satu pun pemain yang merumput di liga domestik mereka, Eredivisie. Seluruh pemain starter yang dipilih oleh pelatih kepala Ronald Koeman tercatat berkarier di luar negeri.
Opta juga menyoroti statistik minor bagi raksasa Eropa tersebut. Hasil ini menandai untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, Belanda gagal memetik kemenangan dalam sebuah pertandingan di mana mereka sempat unggul dua kali terlebih dahulu, sebelum akhirnya disamakan oleh agresivitas lini serang Jepang.
Di kubu Samurai Blue, Opta merilis fakta mencengangkan mengenai ketangguhan mental skuad asuhan Hajime Moriyasu. Melalui hasil imbang ini, Jepang sukses memperpanjang rekor fantastis mereka yang belum pernah terkalahkan oleh tim asal Benua Biru di semua kompetisi sejak tahun 2019.
Dengan hasil di Dallas itu, Samurai Blue kini tercatat tidak terkalahkan dalam 8 pertandingan beruntun saat menghadapi wakil-wakil Eropa.
Jika ditarik khusus pada waktu normal (90 menit) di putaran final Piala Dunia, rekor impresif ini juga memperpanjang magis Jepang yang hampir mendekati 3.000 hari tanpa kekalahan dari tim Eropa, sejak terakhir kali mereka tumbang secara dramatis dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia.
Selain itu, Jepang juga sukses menjaga tradisi tidak terkalahkan dalam laga pembuka Piala Dunia sejak edisi 2018. Fenomena unik lain yang tercatat adalah Jepang justru memasukkan dua pemain inti yang merumput di Eredivisie Belanda, berbanding terbalik dengan skuad De Oranje sendiri.
Selain catatan historis tim, lini serang Belanda membukukan rekor individu yang terbilang langka di abad ke-21 melalui nama Crysencio Summerville.
Opta mencatat Summerville menjadi pemain keempat pada abad ini yang dipercaya tampil sejak menit awal untuk Belanda di putaran final Piala Dunia dengan catatan tidak lebih dari dua caps internasional sebelumnya.
Catatan itu menyamai torehan para pendahulunya, yakni Kew Jaliens (2006), Paul Verhaegh (2014), dan penjaga gawang Andries Noppert (2022).














