Jayapura, Euforia.id | Pentingnya pendekatan pendidikan yang berakar pada realitas lokal mendorong penguatan literasi melalui penerbitan buku-buku cerita rakyat dan budaya daerah. Langkah ini dinilai krusial agar generasi muda Papua tetap mengenal sejarah, nilai moral, serta akar budaya mereka di tengah arus modernisasi.
Direktur Eksekutif Yayasan Nusantara Sejati (YNS), Eka Simanjuntak, mengungkapkan bahwa materi pembelajaran di Papua harus bersifat kontekstual dengan kondisi daerah.
”Nilai-nilai budaya dan cerita rakyat perlu diangkat. Anak-anak perlu tahu tentang budaya dan tradisi mereka,” ujar Eka.
Melalui program di Kabupaten Sarmi, YNS melibatkan para tokoh adat dan orang tua untuk menuturkan kembali kisah-kisah leluhur, mulai dari filosofi perkawinan adat hingga latar belakang historis suatu tradisi. Seluruh kisah tersebut disunting menjadi buku bacaan yang menarik bagi anak-anak.
Eka menjelaskan, buku-buku bertema lokal ini berfungsi sebagai pemantik untuk menumbuhkan minat baca anak sebelum mereka mengeksplorasi wawasan yang lebih luas.
“Upaya ini juga sejalan dengan model pembelajaran mendalam (deep learning) guna memperkaya pengetahuan di luar ruang kelas,” jelasnya.
Sebelumnya, YNS juga pernah bekerja sama dengan UNICEF menerbitkan hampir 100 judul buku “Seri Gemilang” yang telah melalui proses reviu oleh kementerian terkait. Saat ini, YNS secara aktif mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan untuk memperbanyak publikasi buku lokal guna mengantisipasi kepunahan bahasa dan budaya daerah di Papua.















Komentar ditutup.