Jayapura, Euforia.id | Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mengawal dan memantau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di delapan kabupaten/kota.
Program ini dihadirkan untuk memperkuat sektor perikanan sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir lewat penyediaan fasilitas produksi dan distribusi.
Kepala DKP Provinsi Papua, Iman Djuniawal, mengungkapkan bahwa progres fisik di hampir seluruh lokasi telah melampaui 25 persen, bahkan beberapa di antaranya sudah mendekati tahap penyelesaian.
“Kita terus mendampingi dan mengecek perkembangannya. Diharapkan bisa selesai pada akhir November atau pertengahan Desember, sehingga manfaatnya sudah mulai terlihat,” ujar Iman.
Iman menjelaskan, pembangunan program ini tak sekadar menyediakan infrastruktur darat bagi nelayan, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan perikanan terpadu dari hulu ke hilir, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Dari total kuota 200 Kampung Nelayan Merah Putih untuk Tanah Papua, Provinsi Papua mengusulkan 111 lokasi. Setelah melalui proses verifikasi dan penyusunan desain, sebanyak 88 lokasi resmi ditetapkan dan mulai dibangun.
“Dari 111 usulan, setelah diverifikasi dan dibuat desain, menjadi 88 kampung nelayan yang sekarang dibangun. Kita harapkan pelaksanaannya bisa terwujud sesuai prioritas,” jelasnya.
Guna mengoptimalkan operasional kawasan tersebut, DKP Papua kini mulai memetakan kebutuhan armada kapal penangkap dan pengangkut.
Dukungan transportasi laut ini dinilai krusial untuk menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi hasil tangkapan menuju pusat pasar, khususnya bagi kampung nelayan di wilayah kepulauan dan daerah yang minim akses darat.















Komentar ditutup.