Euforia.id | Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namun panggung pesta sepak bola akbar sejagat raya itu sudah memanas. Tiga generasi predator kotak penalti sedang menulis cerita mereka dalam sebuah drama perburuan gelar manusia tertajam di bumi.
Di Kansas City, waktu seolah berjalan mundur saat Lionel Messi menari di lapangan. Dalam kemenangan 3-0 atas Aljazair, sang maestro Argentina itu menyihir seisi stadion dengan hattrick spektakuler. Messi membuka keran gol super cepat di menit ke-17 lewat aksi individu khasnya.
Aljazair sempat memberikan perlawanan sengit, sebelum akhirnya Messi mengamuk di babak kedua dengan melesakkan dua gol beruntun di menit ke-70 dan menit ke-76. Tiga gol bersarang, membuat Messi tegak berdiri di puncak daftar top skor.
Namun, beberapa ratus mil dari sana, para penerus takhta menolak untuk tinggal diam.
Di New Jersey, Kylian Mbappe menunjukkan bahwa dia adalah pembeda di saat Prancis menumbangkan Senegal 3-1. Kapten Prancis itu memecah kebuntuan di babak kedua, tepatnya pada menit ke-66.
Jelang berakhirnya laga, Mbappe menegaskan kelasnya dengan mencetak gol penutup di masa injury time, menit ke-90+6. Dua gol terkunci, Mbappe terus membuntuti.
Sementara itu di Boston, Erling Haaland langsung menyelesaikan tugasnya dengan efektif sejak babak pertama dalam laga debutnya di Piala Dunia. Ia membawa timnya menang telak 1-4 atas Irak, robot gol asal Norwegia itu tampil bak monster di kotak penalti.
Haaland merobek jala Irak di menit ke-29 lewat skema serangan cepat, dan sebelum turun minum, tepatnya di menit ke-43, ia mencetak brace untuk menegaskan dominasinya.














