Jayapura, Euforia.id | Yayasan Nusantara Sejati (YNS) bersama UNICEF Indonesia menggelar diseminasi hasil akhir program peningkatan pembelajaran dasar yang inklusif dan sensitif gender di Papua Pegunungan.
Kegiatan yang juga diisi dengan penguatan peran Bunda PAUD dan Pokja PAUD itu berlangsung di Kota Jayapura, mempertemukan perwakilan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan, Selasa (3/11/2026).
Program ini difokuskan di dua wilayah, yakni Kabupaten Mamberamo Tengah dan Kabupaten Yalimo.
Selama masa pelaksanaannya, kegiatan mencakup penguatan kapasitas guru, pendampingan satuan pendidikan, pembentukan komunitas belajar, peningkatan literasi-numerasi, serta pelibatan keluarga dan pemerintah daerah.
Pria Santri Beringin, Spesialis Edukasi UNICEF Indonesia menjelaskan kegiatan ini menjadi wadah laporan terbuka kepada pemerintah daerah mengenai capaian dan hambatan program di lapangan.
”Kita memberikan informasi kepada pemerintah daerah apa yang sudah menjadi capaian tapi juga tantangan terhadap model inovasi pendidikan khususnya untuk pendidikan dasar, yaitu untuk membantu peningkatan kualitas belajar-mengajar di PAUD dan di SD di Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Yalimo dan Mamberamo Tengah,” kata Pria.
Untuk tingkat PAUD, program ini menerapkan Melqo (Measuring Early Learning Quality Outcome) untuk mengukur hasil tumbuh kembang anak usia 5 hingga 6 tahun.
Di balik sejumlah capaian positif, Pria memaparkan dua kendala utama yang dihadapi selama pendampingan.
Kendala pertama adalah mutasi dan rotasi guru. Tenaga pendidik yang telah mengikuti pelatihan dan pendampingan sering kali dipindahkan ke sekolah lain atau ditarik ke kantor dinas, sehingga kelas ditinggalkan oleh guru yang belum terlatih.
Kendala kedua berkaitan dengan kehadiran guru di tempat tugas. Menurut Pria, masalah ini dipengaruhi oleh faktor infrastruktur seperti ketiadaan listrik, air bersih, dan internet, minimnya akses kesehatan serta kebutuhan pokok.
Melalui diseminasi ini, pihak penyelenggara berharap pemerintah daerah dapat melanjutkan bagian program yang terbukti efektif demi keberlangsungan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
YNS tercatat telah aktif mendampingi masyarakat di Papua sejak 1997, yang sebelumnya dikenal sebagai Willy Toisuta Foundation.
Sementara itu, kerja sama YNS dengan UNICEF dalam program ini telah berjalan sejak 2015. Saat ini, pelaksanaan program berada pada fase 3.2 (2024–2026) dengan pendanaan bersumber dari bantuan Pemerintah Australia.















Komentar ditutup.